Aku Sangat Menikmati Pemerkosaan itu
Cerita dewasa tentang Aku Sangat Menikmati Pemerkosaan itu. Untuk mempersingkat waktu, maka saya akan langsung saja menceritakan cerita baru. Namun perlu diingat bahwa ini hanya sebuah cerita fiktif dan bukan cerita nyata. Dilarang keras untuk berpikir bahwa cerita ini nyata. karena cerita ini memang fiktif belaka.
Namaku Winie, umurku sudah 35 tahun dengan dua orang anak yang sudah beranjak dewasa. Waktu menikah umurku masih 19 tahun dan sekarang anakku yang paling tua sudah berumur 15 tahun sedang yang bungsu berumur 13 tahun. Kedua anakku disekolahkan di luar negeri semua sehingga di rumah hanya aku dan suami serta dua orang pembantu yang hanya bekerja untuk membersihkan perabot rumah serta kebun, sementara menjelang senja mereka pulang.
Suamiku sebagai seorang usahawan memiliki beberapa usaha di dalam dan luar negri. Kesibukannya membuat suamiku selalu jarang berada di rumah. Bila suamiku berada di rumah hanya untuk istirahat dan tidur sedang pagi-pagi sekali dia sudah kembali leyap dalam pandangan mataku. Hari-hariku sebelum anakku yang bungsu menyusul kakaknya yang sudah lebih dulu menuntut ilmu di luar negeri terasa menyenangkan karena ada saja yang dapat kukerjakan, entah itu untuk mengantarkannya ke sekolah ataupun membantunya dalam pelajaran. Namun semenjak tiga bulan setelah anakku berada di luar negeri hari-hariku terasa sepi dan membosankan. Terlebih lagi bila suamiku sedang pergi dengan urusan bisnisnya yang berada di luar negeri, bisa meninggalkan aku sampai 2 mingguan lamanya.
Aku tidak pernah ikut campur urusan bisnisnya itu sehingga hari-hariku kuisi dengan jalan-jalan ke mall ataupun pergi ke salon dan terkadang melakukan senam. Sampai suatu hari kesepianku berubah total karena supirku. Suatu hari setibanya di rumah dari tempatku senam supirku tanpa kuduga memperkosaku.
Seperti biasanya begitu aku tiba di dalam rumah, aku langsung membuka pintu mobil dan langsung masuk ke dalam rumah dan melangkahkan kakiku menaiki anak tangga yang melingkar menuju lantai dua dimana kamar utama berada. Begitu kubuka pintu kamar, aku langsung melemparkan tasku ke bangku yang ada di dekat pintu masuk dan aku langsung melepas pakaian senamku yang berwarna hitam hingga tinggal BH dan celana dalam saja yang masih melekat pada tubuhku. Saat aku berjalan hendak memasuki ruang kamar mandi aku melewati tempat rias kaca milikku. Sesaat aku melihat tubuhku ke cermin dan melihat tubuhku sendiri, kulihat betisku yang masih kencang dan berbentuk mirip perut padi, lalu mataku mulai beralih melihat pinggulku yang besar seperti bentuk gitar dengan pinggang yang kecil kemudian aku menyampingkan tubuhku hingga pantatku terlihat masih menonjol dengan kencangnya.
Kemudian kuperhatikan bagian atas tubuhku, buah dadaku yang masih diselimuti BH terlihat jelas lipatan bagian tengah, terlihat cukup padat berisi serta, “Ouh.. ngapain kamu di sini!” sedikit terkejut ketika aku sedang asyik-asyiknya memandangi kemolekan tubuhku sendiri tiba-tiba saja kulihat dari cermin ada kepalanya supirku yang rupanya sedang berdiri di bibir pintu kamarku yang tadi lupa kututup.
“Jangan ngeliatin.. sana cepet keluar!” bentakku dengan marah sambil menutupi bagian tubuhku yang terbuka.
Tetapi supirku bukannya mematuhi perintahku malah kakinya melangkah maju satu demi satu masuk kedalam kamar tidurku.
“Aris.. Saya sudah bilang cepat keluar!” bentakku lagi dengan mata melotot.
“silakan ibu teriak sekuatnya, hujan di luar akan melenyapkan suara ibu!” ucapnya dengan matanya menatap tajam padaku.
Sepintas kulihat celah jendela yang berada di sampingku dan ternyata memang hujan sedang turun dengan lebat, memang ruang kamar tidurku cukup rapat jendela-jendelanya hingga hujan turun pun takkan terdengar hanya saja di luar sana kulihat dedaunan dan ranting pohon bergoyang tertiup angin kesana kemari.
Detik demi detik tubuh supirku semakin dekat dan terus melangkah menghampiriku. Terasa jantungku semakin berdetak kencang dan tubuhku semakin menggigil karenanya. Aku pun mulai mundur teratur selangkah demi selangkah, aku tidak tahu harus berbuat apa saat itu sampai akhirnya kakiku terpojok oleh bibir ranjang tidurku.
“Mas.. jangan!” kataku dengan suara gemetar.
“Hua.. ha.. ha.. ha..!” suara tawa supirku saat melihatku mulai kepepet.
“Jangan..!” jeritku, begitu supirku yang sudah berjarak satu meteran dariku menerjang tubuhku hingga tubuhku langsung terpental jatuh di atas ranjang dan dalam beberapa detik kemudian tubuh supirku langsung menyusul jatuh menindih tubuhku yang telentang.
Aku terus berusaha meronta saat supirku mulai menggerayangi tubuhku dalam himpitannya. Perlawananku yang terus-menerus dengan menggunakan kedua tangan dan kedua kakiku untuk menendang-nendangnya terus membuat supirku juga kewalahan hingga sulit untuk berusaha menciumi aku sampai aku berhasil lepas dari himpitan tubuhnya yang besar dan kekar itu. Begitu aku mendapat kesempatan untuk mundur dan menjauh dengan membalikkan tubuhku dan berusaha merangkak namun aku masih kalah cepat dengannya, supirku berhasil menangkap celana dalamku sambil menariknya hingga tubuhku pun jatuh terseret ke pinggir ranjang kembali dan celana dalam putihku tertarik hingga bongkahan pantatku terbuka. Namun aku terus berusaha kembali merangkak ke tengah ranjang untuk menjauhinya. Lagi-lagi aku kalah cepat dengan supirku, dia berhasil menangkap tubuhku kembali namun belum sempat aku bangkit dan berusaha merangkak lagi, tiba-tiba saja pinggulku terasa kejatuhan benda berat hingga tidak dapat bergerak lagi.
“Aris.. Jangan.. jangan.. mas..” kataku berulang-ulang sambil terisak nangis.
Rupanya supirku sudah kesurupan dan lupa siapa yang sedang ditindihnya. Setelah melihat tubuhku yang sudah mulai kecapaian dan kehabisan tenaga lalu supirku dengan sigapnya menggenggam lengan kananku dan menelikungnya kebelakan tubuhku begitu pula lengan kiriku yang kemudian dia mengikat kedua tanganku kuat-kuat, entah dengan apa dia mengikatnya. Setelah itu tubuhnya yang masih berada di atas tubuhku berputar menghadap kakiku. Kurasakan betis kananku digenggamnya kuat-kuat lalu ditariknya hingga menekuk. Lalu kurasakan pergelangan kaki kananku dililitnya dengan tali. Setelah itu kaki kiriku yang mendapat giliran diikatkannya bersama dengan kaki kananku.
“Saya ingin mencicipi ibu..” bisiknya dekat telingaku.
“Sejak pertama kali saya melamar jadi supir ibu, saya sudah menginginkan mendapatkan kesempatan seperti sekarang ini.” katanya lagi dengan suara nafas yang sudah memburu.
“Tapi saya majikan kamu Ris..” kataku mencoba mengingatkan.
“Memang betul bu.. tapi itu waktu jam kerja, sekarang sudah pukul 7 malam berarti saya sudah bebas tugas..” balasnya sambil melepas ikatan tali BH yang kukenakan.
“Hhh mm uuhh,” desah nafasnya memenuhi telingaku.
“Tapi malam ini Bu Winie harus mau melayani saya,” katanya sambil terus mendengus-denguskan hidungnya di seputar telingaku hingga tubuhku merinding dan geli.
Setelah supirku melepas pakaiannya sendiri lalu tubuhku dibaliknya hingga telentang. Aku dapat melihat tubuh polosnya itu. Tidak lama kemudian supirku menarik kakiku sampai pahaku melekat pada perutku lalu mengikatkan tali lagi pada perutku. Tubuhku kemudian digendongnya dan dibawanya ke pojok bagian kepala ranjang lalu dipangkunya di atas kedua kaki yang diselonjorkan, mirip anak perempuan yang tubuhnya sedang dipeluk ayahnya. Tangan kirinya menahan pundakku sehingga kepalaku bersandar pada dadanya yang bidang dan terlihat otot dadanya berbentuk dan kencang sedangkan tangan kanannya meremasi kulit pinggul, pahaku dan pantatku yang kencang dan putih bersih itu.
“Aris.. jangan Ris.. jangan!” ucapku berulang-ulang dengan nada terbata-bata mencoba mengingatkan pikirannya.
Namun Aris, supirku tidak memperdulikan perkataanku sebaliknya dengan senyum penuh nafsu terus saja meraba-raba pahaku.
“Ouh.. zzt.. Euh..” desisku panjang dengan tubuh menegang menahan geli serta seperti terkena setrum saat kurasakan tangannya melintasi belahan kedua pahaku.
Apalagi telapak dan jemari tangannya berhenti tepat di tengah-tengah lipatan pahaku.
“Mass.. Eee” rintihku lebih panjang lagi dengan bergetar sambil memejapkan mata ketika kurasakan jemarinya mulai mengusap-usap belahan bibir vaginaku. Tangan Mas Aris terus menyentuh dan bergerak dari bawah ke atas lalu kembali turun lagi dan kembali ke atas lagi dengan perlahan sampai beberapa kali. Lalu mulai sedikit menekan hingga ujung telunjuknya tenggelam dalam lipatan bibir vaginaku yang mulai terasa berdenyut-denyut, gatal dan geli.
Tangannya yang terus meraba dan menggelitik-gelitik bagian dalam bibir vaginaku membuat birahiku jadi naik dengan cepatnya, apalagi sudah cukup lama tubuhku tidak pernah mendapatkan kehangatan lagi dari suamiku yang selalu sibuk dan sibuk. Entah siapa yang memulai duluan saat pikiranku sedang melayang kurasakan bibirku sudah beradu dengan bibirnya saling berpagut mesra, menjilat, mengecup, menghisap liur yang keluar dari dalam mulut masing-masing.
“Ouh.. Winie.. wajahmu cukup merangsang sekali Winie..!” ucapnya dengan nafasnya yang semakin memburu itu.
Setelah berkata begitu tubuhku ditarik hingga buah dadaku yang menantang itu tepat pada mukanya dan kemudian, “Ouh.. mas..” rintihku panjang dengan kepala menengadah kebelakan menahan geli bercampur nikmat yang tiada henti setelah mulutnya dengan langsung memagut buah dadaku yang ranum itu. Kurasakan mulutnya menyedot, memagut, bahkan menggigit-gigit kecil punting susuku sambil sekali-kali menarik-narik dengan giginya.
Entah mengapa perasaanku saat itu seperti takut, ngeri bahkan sebal bercampur aduk di dalam hati, namun ada perasaan nikmat yang luar biasa sekali seakan-akan ada sesuatu yang pernah lama hilang kini kembali datang merasuki tubuhku yang sedang dalam keadaan tidak berdaya dan pasrah. “Bruk..” tiba-tiba tangan Mas Aris melepaskan tubuhku yang sedang asyik-asyiknya aku menikmati sedalam-dalamnya tubuhku yang sedang melambung dan melayang-layang itu hingga tubuhku terjatuh di atas ranjang tidurku. Tidak berapa lama kemudian kurasakan bagian bibir vaginaku dilumat dengan buas seperti orang yang kelaparan. Mendapat serangan seperti itu tubuhku langsung menggelinjang-gelinjang dan rintihan serta erangan suaraku semakin meninggi menahan geli bercampur nikmat sampai-sampai kepalaku bergerak menggeleng ke kanan dan ke kiri berulang-ulang. Cukup lama mulutnya mencumbu dan melumati bibir vaginaku terlebih-lebih pada bagian atas lubang vaginaku yang paling sensitif itu.
“Aris.. sudah.. sudah.. ouh.. ampun Aar.. riss..” rintihku panjang dengan tubuh yang mengejang-ngejang menahan geli yang menggelitik bercampur nikmat yang luar biasa rasanya saat itu. Lalu kurasakan tangannya pun mulai rebutan dengan bibirnya. Kurasakan jarinya dicelup ke dalam lorong kecil kemaluanku dan mengorek-ngorek isi dalamnya.
“Ouh.. Ris..” desisku menikmati alur permainannya yang terus terang belum pernah kudapatkan bahkan dengan suamiku sendiri.
“Sabar Win.., saya suka sekali dengan lendirmu sayang!” suara supirku yang setengah bergumam sambil terus menjilat dan menghisap-hisap tanpa hentinya sampai beberapa menit lagi lamanya.
Setelah puas mulutnya bermain dan berkenalan dengan bibir kemaluanku yang montok itu si Aris lalu mendekati wajahku sambil meremas-remas buah dadaku yang ranum dan kenyal itu.
“Bu Winie.., saya entot sekarang ya.. sayang..” bisiknya lebih pelan lagi dengan nafas yang sudah mendesah-desah. “Eee..” pekikku begitu kurasakan di belahan pangkal pahaku ada benda yang cukup keras dan besar mendesak-desak setengah memaksa masuk belahan bibir vaginaku.
“Tenang sayang.. tenang.. dikit lagi.. dikit lagi..”
“Aah.. sak.. kiit..!” jeritku keras-keras menahan ngilu yang amat sangat sampai-sampai terasa duburku berdenyut-denyut menahan ngilunya. Akhirnya batang penis supirku tenggelam hingga dalam dibalut oleh lorong kemaluanku dan terhimpit oleh bibir vaginaku.
Beberapa saat lamanya, supirku dengan sengaja, penisnya hanya didiamkan saja tidak bergerak lalu beberapa saat lagi mulai terasa di dalam liang vaginaku penisnya ditarik keluar perlahan-lahan dan setelah itu didorong masuk lagi, juga dengan perlahan-lahan sekali seakan-akan ingin menikmati gesekan-gesekan pada dinding-dinding lorong yang rapat dan terasa bergerenjal-gerenjal itu. Makin lama gerakannya semakin cepat dan cepat sehingga tubuhku semakin berguncang dengan hebatnya sampai, “Ouhh..”
Tiba-tiba suara supirku dan suaraku sama-sama beradu nyaring sekali dan panjang lengkingannya dengan diikuti tubuhku yang kaku dan langsung lemas bagaikan tanpa tulang rasanya. Begitu pula dengan tubuh supirku yang langsung terhempas kesamping tubuhku.
“Sialan kamu Ris!” ucapku memecah kesunyian dengan nada geram.
Setelah beberapa lama aku melepas lelah dan nafasku sudah mulai tenang dan teratur kembali.
“Kamu gila Ris, kamu telah memperkosa istri majikanmu sendiri, tau!” ucapku lagi sambil memandang tubuhnya yang masih terkulai di samping sisiku.
“Bagaimana kalau aku hamil nanti?” ucapku lagi dengan nada kesal.
“Tenang Bu Winie.., saya masih punya pil anti hamil, Bu Winie.” ucapnya dengan tenang.
“Iya.. tapi kan udah telat!” balasku dengan sinis dan ketus.
“Tenang bu.. tenang.. setiap pagi ibu kan selalu minum air putih dan selama dua hari sebelumnya saya selalu mencampurkan dengan obatnya jadi Bu Winie enggak usah khawatir bakalan hamil bu,” ucapnya malah lebih tenang lagi.
“Ouh.. jadi kamu sudah merencanakannya, sialan kamu Ris..” ucapku dengan terkejut, ternyata diam-diam supirku sudah lama merencanakannya.
“Bagaimana Bu Winie..?”
“Bagaimana apanya? Sekarang kamu lepasin saya Ris..” kataku masih dengan nada kesal dan gemas.
“Maksudnya, tadi waktu di Entotin enak kan?” tanyanya lagi sambil membelai rambutku.
Wajahku langsung merah padam mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh supirku, namun dalam hati kecilku tidak dapat kupungkiri walaupun tadi dia sudah memperkosa dan menjatuhkan derajatku sebagai majikannya, namun aku sendiri turut menikmatinya bahkan aku sendiri merasakan organsime dua kali.
“Kok ngak dijawab sich!” tanya supirku lagi.
“Iya..iya, tapi sekarang lepasin talinya dong Aris!” kataku dengan menggerutu karena tanganku sudah pegal dan kaku.
“Nanti saja yach! Sekarang kita mandi dulu!” ucapnya sambil langsung menggendong tubuhku dan membawa ke kamar mandi yang berada di samping tempat ranjangku. Tubuhku yang masih lemah lunglai dengan kedua tangan dan kakiku yang masih terikat itu diletakkan di atas lantai keramik berwarna krem muda yang dingin tepat di bawah pancuran shower yang tergantung di dinding. Setelah itu supirku menyalakan lampu kamar mandiku dan menyalakan kran air hingga tubuhku basah oleh guyuran air dingin yang turun dari atas pancuran shower itu. Melihat tubuhku yang sudah basah dan terlihat mengkilat oleh pantulan lampu kamar mandi lalu Aris supirku berjongkok dekatku dan kemudian duduk di sampingku hingga tubuhnya pun turut basah oleh air yang turun dari atas.
Mata supirku yang memandangiku seperti terlihat lain dari biasanya, dia mulai mengusap rambutku yang basah ke belakang dengan penuh sayang seperti sedang menyayang seorang anak kecil. Lalu diambilnya sabun Lux cair yang ada di dalam botol dan menumpahkan pada tubuhku lalu dia mulai menggosok-gosok tubuhku dengan telapak tangannya. Pinggulku, perutku lalu naik ke atas lagi ke buah dadaku kiri dan kemudian ke buah dadaku yang kanan. Tangannya yang terasa kasar itu terus menggosok dan menggosok sambil bergerak berputar seperti sedang memoles mobil dengan cairan kits. Sesekali dia meremas dengan lembut buah dada dan punting susuku hingga aku merasa geli dibuatnya, lalu naik lagi di atas buah dadaku, pundakku, leherku lalu ke bahuku, kemudian turun lagi ke lenganku.
“Ah.. mas..” pekikku ketika tangannya kembali turun dan turun lagi hingga telapak tangannya menutup bibir vaginaku.
Kurasakan telapak tangannya menggosok-gosok bibir vaginaku naik turun dan kemudian membelah bibir vaginaku dengan jemari tangannya yang lincah dan cekatan dan kembali menggosok-gosokkannya hingga sabun Lux cair itu menjadi semakin berbusa.
Setelah memandikan tubuhku lalu dia pun membasuh tubuhnya sendiri sambil membiarkan tubuhku tetap bersandar di bawah pancuran shower. Usai membersihkan badan, supirku lalu menggendongku keluar kamar mandi dan menghempaskan tubuhku yang masih basah itu ke atas kasur tanpa melap tubuhku terlebih dahulu.
“Saya akan bawakan makanan ke sini yach!” ucapnya sambil supirku melilit handuk yang biasa kupakai kepinggangnya lalu ngeloyor ke luar kamarku tanpa sempat untuk aku berbicara. Sudah tiga tahun lebih aku tidak pernah merasakan kehangatan yang demikian memuncak, karena keegoisan suamiku yang selalu sibuk dengan pekerjaan. Memang dalam hal keuangan aku tidak pernah kekurangan. Apapun yang aku mau pasti kudapatkan, namun untuk urusan kewajiban suami terhadap istrinya sudah lama tidak kudapatkan lagi.
Entah mengapa perasaanku saat ini seperti ada rasa sedang, gembira atau.. entah apalah namanya. Yang pasti hatiku yang selama ini terasa berat dan bosan hilang begitu saja walaupun dalam hati kecilku juga merasa malu, benci, sebal dan kesal. Supirku cukup lama meninggalkan diriku sendirian, namun waktu kembali rupanya dia membawakan masakan nasi goreng dengan telor yang masih hangat serta segelas minuman kesukaanku. Lalu tubuhku disandarkan pada teralis ranjang.
“Biar saya yang suapin Bu Winie yach!” ucapnya sambil menyodorkan sesendok nasi goreng yang dibuatnya.
“Kamu yang masak Ris!” tanyaku ingin tahu.
“Iya, lalu siapa lagi yang masak kalau bukan saya, kan di rumah cuma tinggal kita berdua, si Wati kan udah saya suruh pulang duluan sebelum hujan tadi turun!” kata supirku.
“Ayo dicicipi!” katanya lagi.
Mulanya aku ragu untuk mencicipi nasi goreng buatannya, namun perutku yang memang sudah terasa lapar, akhirnya kumakan juga sesendok demi sesendok. Tidak kusangka nasi goreng buatannya cukup lumanyan juga rupanya. Tanpa terasa nasi goreng di piring dapat kuhabisi juga.
“Bolehkan saya memanggil Bu Winie dengan sebutan mbak?” tanyanya sambil membasuh mulutku dengan tissue.
“Boleh saja, memang kenapa?” tanyaku.
“Engga apa-apa, biar enak aja kedengaran di kupingnya.”
Kalau saya boleh manggil Mbak Winie, berarti Bu Winie eh.. salah maksudnya Mbak Winie, panggil saya Bang aja yach!” celetuknya meminta.
“Terserah kamu saja ” kataku.
“Sudah nggak capai lagi kan Mbak Winie!” sahut supirku.
“Memang kenapa!?” tanyaku.
“Masih kuatkan?” tanyanya lagi dengan senyum binal sambil mulai meraba-raba tubuhku kembali.
Aku tidak memberi jawaban lagi, hanya menunduk malu, tadi saja aku diperkosanya malah membuatku puas disetubuhinya apalagi untuk babak yang kedua kataku dalam hati. Sejujurnya aku tidak rela tubuhku diperkosanya namun aku tidak mampu untuk menolak permintaannya yang membuat tubuhku dapat melayang-layang di udara seperti dulu saat aku pertama kali menikah dengan suamiku.
Tags: Cerita, Cerita Dewasa, cerita panas, Cerita Pemerkosaan, cerita porno, cerita seks, cerita seru, Cerita Sex, diperkosa, kontol, menikmati, pemerkosaan, tante girang



59 Responses to “Aku Sangat Menikmati Pemerkosaan itu”
By moxez on Sep 11, 2009 | Reply
mau donk yang kyk gtuan ma tante2…………
By tommy on Sep 11, 2009 | Reply
q cowo 23 thn di sumatera. buat cewe-cewe yang mau ngentot/oral hub. 081995831191
By ozy on Sep 15, 2009 | Reply
bagi semua cwe baik perawan, tante, atu janda didaerah jember yang pngen terpuaskan hub. 03313512274 ato email ozy220587@yahoo.com dijamin puas…………
By Vera on Sep 16, 2009 | Reply
Bgi co yg mw ngentot hub aq, 08998838002
By Jay on Sep 18, 2009 | Reply
Bgi cew yg ingin kenal q. Hub k no ni 085648638934
By jilatan mantap on Sep 19, 2009 | Reply
bagi yg mau di jilat asik hub aja 087-877137269
khusus cewe no gay
yg berminta tlp no miss call
daerah jakarta ,depok n bogor
By enjotan asik on Sep 19, 2009 | Reply
bagi yg mau di enjotan enak hub aja 0812-10301027
khusus cewe no gay
yg berminta tlp no miss call
daerah jakarta ,depok n bogor
By Buku Harian on Sep 19, 2009 | Reply
Seru juga perkosaannya. Tapi emang sih, aq juga Kalo memek udah di gesek sama kepala kontol, pasti susah mau nolak nya.
By alex on Sep 22, 2009 | Reply
kalo tante liburan ka bali hub gue, di jamah abis
By rana on Sep 23, 2009 | Reply
beh… saya juga mau dah kayak gitu mbak winne ku juga ikut y
By Edwardz on Sep 24, 2009 | Reply
Juoooosss!!!! Tapi amit2 klo sopirku ky gtu,.. Jngan de yaa,..
By waw on Sep 24, 2009 | Reply
CACAT…..
By EVI on Sep 26, 2009 | Reply
aku sudah berumah tangga dan ingi mencoba berpetualang. pls call me 081997663334
By aries on Sep 26, 2009 | Reply
leh entod neh ya aku pingin diajrin dnk
By aries on Sep 26, 2009 | Reply
leh entod neh ya aku pingin diajrin dnk
bagi vera neh no aku 081324455252
By ady on Sep 28, 2009 | Reply
ya kalau mau buat cwek hubungi 081318118541 tante kesepian jga gak papa yang pasti septi
By yuda on Sep 28, 2009 | Reply
kenali donk sm cewek yang manis
nieh nomor ku, 081361363648
aku orng medan tinggakl dsutomo
yuda.manis@yahoo.com itu fs, fb dan ym aku yaaa
By ATIKA YUDASARI on Sep 29, 2009 | Reply
Spesialis terapi Lelaki/Pria Dewasa dengan jilatan Lidah pada bagian alat vital Pria, hubungi segera Ibu ATIKA YUDASARI di 021 8619401 (rumah/malam), tempat praktek layanan 021 425 9188 (KINTARI House), ato HP 0812 9939 967 (bisa dipanggil) , dijamin pasti CESPLENG dan Kuwat Acengnya !!!!!
By ahmad putra on Sep 29, 2009 | Reply
bagi cew2 yg masih perawan,tante to pun janda…
yang ingin dipuasin hub aja k no saya…
087832869147…
Insya allah saya akan puasin kalian…
sebelum makasih bnyk…
By Dika on Sep 29, 2009 | Reply
Gw Dika Nak Jakbar…
Bagi Cw Jablay Yg Mau ML or Bljar Ml Bsa Hub Gw
D’alamt Email Ue… tama_djerc@yahoo.com
N Wat Tante” Or Cw yg dah b’rmah tngga
Pngen bsa ML yar Bsa Muasin Suami
Hub gw ja d alat email gw tuh d atas ada
By Eni on Oct 2, 2009 | Reply
Bagi yg mau kenal & copy darat…hub..081316842729…087882012560
By Roby on Oct 3, 2009 | Reply
Bagi tante2 dbatam bth khngtan,,hub aku di no 08127768275
By hom on Oct 4, 2009 | Reply
bagi tante di aceh hubungi terapi sex di 087890374970
By boys on Oct 5, 2009 | Reply
wa mao donk yg tggl di doemai bsa hub wa di 081365768703(cewek perawan/janda cantik yg berisi/tante tante)patb ya
By andi spy on Oct 5, 2009 | Reply
enak tu ya mbak masuk baba2 jangan nolak mbak
By BOWI on Oct 5, 2009 | Reply
uewenak tenaan . . . yo pa lagi klo ma gue he he . d jamin puazz 1000 x mo coba . .
By abi on Oct 5, 2009 | Reply
Tante mau2 nyA ja dPRKOsA Ma sooopiirr ma gue AjA teeee…… mr P 21+5
By borju on Oct 6, 2009 | Reply
kontol besar gratis hub 085659336168,tante2 jg boleh
By by ary on Oct 6, 2009 | Reply
cari perawn, hub 088210946844
By roki on Oct 6, 2009 | Reply
buat yg ngepost atas nama VERA! eh bangsat! siapa u?!! apa2an u nyebar no gw sembarangan!!!!
buat yg baca post ini, post ini gk bner!! tlg jgn gnggu2 tlp or sms k no ini!! gw cwo!!!
buat admin, tolong posting atas nama VERA dihapus, karna posting itu tidak benar dan sangat mengganggu. thx
By coy on Oct 7, 2009 | Reply
bagi cewk/tante2 yag mau d puasin khusus batam.call me 085668404800
By Ariel on Oct 8, 2009 | Reply
Ceritanya mantep abis…
By sihotangfraide@yahoo..com on Oct 8, 2009 | Reply
cewek2 atw tante2 yg butuh kepuasan sexual bs menghubungi 085881356743………….
juga cewek2 atw tante2 yg pernah berhubungan dengan 081546035877 yg telah kuganti dgn 085881356743…………..
By leo on Oct 8, 2009 | Reply
bg cwe surabaya cll me leo_d77@yahoo.com
By adrie on Oct 8, 2009 | Reply
khusus cwe..yg mw berbagi kisah add ke YM kandaka_cwo@yahoo.com, no gay
By ebiex@ida on Oct 9, 2009 | Reply
waaaaaaaah…pengen donk ikut…lo pada yg dimanado please call me 085298095234.
By fajrin on Oct 12, 2009 | Reply
buat vera alamat kamu dmn????????????
By peternakjin on Oct 13, 2009 | Reply
main g cukup sekali 085648600055
khusus cewe maupun tante yg klitorisnya pada gatel semua.
By Jinggo on Oct 15, 2009 | Reply
khusus cewek abg or tante di samarinda yg mau diajarin/dipuasin hub 081347628066
By dita on Oct 15, 2009 | Reply
buat co2 yang mw ngentot sama aquw . . . aquw bs muasin kalian . . .
hub 081253164700
dijamin puas
By lian on Oct 19, 2009 | Reply
cewek yg mo kenal aku 087897799854
aku lian
By ahmad on Oct 31, 2009 | Reply
buat cwe yg mo ngentot ma ag hub.aq di no.08883206653
By ryu on Nov 3, 2009 | Reply
aq ryu. aq hypersex. pnjng kntol 18cm. lbr 4cm. sms aq 085716081481. serius aja . NO CWO. aq di JAKARTA
By faisal on Nov 7, 2009 | Reply
asik jga critaxa….
I like that’s
By joshua on Nov 10, 2009 | Reply
hai…
aq masih perjaka nih..
sypa yg rela mengajarkan aq sex/ML para tante or abg
02196766442 ( Jakarta )
By arjuna on Nov 11, 2009 | Reply
bgi cwe ( gadis , tante or ibu rmah tngga ) yg cri tmen ngobrol & lebih , call gw di no : 085881336397 or add gw di putra_arjuna_85@yahoo.com
By wahyu on Nov 11, 2009 | Reply
weuh ,, mantap jg tuh majikan .. kontol gw siap nie ,, hub by email aja tuh ..
By danie on Nov 11, 2009 | Reply
khusus cwe yg gairah yg mo PS add ke YM danie_wijanarko@yahoo.com, no guy
By yudha adrian on Nov 13, 2009 | Reply
lam kenal wat tante 2 yang kesepian atau cwewk yang lg horny bisa hub gw di o2199923430
By jefan on Nov 15, 2009 | Reply
bagi cewe&tante yang ingn kepuasan…dijamn puaaas……085244791069
By Selvi on Nov 24, 2009 | Reply
Ceritanya seru bgt!tp apa enak kl perkosaan!
Mending ma gw aja!gw msh single n tinggal ditangerang!
kl kontol lo gede n pst bisa bkin puas,hubungi gw call/sms aja 02198988569
kl cocok,langsung kt buktikan aja!
sbrapa joss..n hebatnya lo!
By Diego on Dec 18, 2009 | Reply
bagi cew2 yg di PONTIANAK
yg mau HAVE FUN SEX
call Ego yah…
085750026319
By Aldi on Jan 3, 2010 | Reply
Buat cewe2 atau ibu di BANDUNG yang butuh telp ke 0838 28 25 491
Khusus BANDUNG aja
By coing on Jan 10, 2010 | Reply
edan……….
jdi mau gw merkosa, kalo kaga dibilangin!!
By paijo on Feb 5, 2010 | Reply
Bagi yang mau ngerasain panasnya api neraka, silahkan lanjutin aza sampe mampuzzz…!!!
By paijo on Feb 5, 2010 | Reply
puas-puasin aza mumpung masih melek di dunia…tar seri ke-2 di neraka kenthot-kenthotan sama iblis…
By tian on Feb 7, 2010 | Reply
bwat cwek2,janda/tante2 yng btuh kepuasan,,q siap bwt puasin kalian..q msh 18thn,…q mw djdiin simpenan kalian..hub 085641192190…email aq…tian_cari_tante2@ymail.com…terutama bwt yng ada di pati,kudus,jepara,rembang,jogja,solo..atwpun yng laennya….q tnggu y…..^__^
By astry on Feb 28, 2010 | Reply
low gak nyata bagi a biasa ja tuh
By tolol on Mar 20, 2010 | Reply
kenapa ya memek cewe tuh bau, asem, dan anyir klo dijilat….tapi enak