Cerita Dewasa – Aku Di Gangbang di Sekolah

Written on June 13, 2009 – 8:51 am | by admin |

Cerita Dewasa – Aku Di Gangbang di Sekolah. Namaku Eliza. Cerita ini terjadi saat usiaku masih 17 tahun. Waktu itu, aku duduk di kelas 2 SMA swasta yang amat terkenal di Surabaya. Aku seorang Chinese, tinggi 157 cm, berat 45 kg, rambutku hitam panjang sepunggung. Kata orang orang, wajahku cantik dan tubuhku sangat ideal. Namun karena inilah aku mengalami malapetaka di hari Sabtu, tanggal 18 Desember. Seminggu setelah perayaan ultahku yang ke 17 ini, dimana aku akhirnya mendapatkan SIM karena sudah cukup umur, maka aku ke sekolah dengan mengendarai mobilku sendiri, mobil hadiah ultahku. Sepulang sekolah, jam menunjukkan waktu 18:30 (aku sekolah siang, jadi pulangnya begitu malam), aku merasa perutku sakit, jadi aku ke WC dulu. Karena aku bawa mobil sendiri, jadi dengan santai aku buang air di WC, tanpa harus kuatir merasa sungkan dengan sopir yang menungguku. Tapi yang mengherankan dan sekaligus menjengkelkan, aku harus bolak balik ke wc sampai 5 kali, mungkin setelah tak ada lagi yang bisa dikeluarkan, baru akhirnya aku berhenti buang air. Namun perutku masih terasa mulas. Maka aku memutuskan untuk mampir ke UKS sebentar dan mencari minyak putih. Sebuah keputusan fatal yang harus kubayar dengan kesucianku.

Aku masuk ke ruang UKS, menyalakan lampunya dan menaruh tas sekolahku di meja yang ada di sana, lalu mencari cari minyak putih di kotak obat. Setelah ketemu, aku membuka kancing baju seragamku di bagian perut ke bawah, dan mulai mengoleskan minyak putih itu untuk meredakan rasa sakit perutku. Aku amat terkejut ketika tiba tiba tukang sapu di sekolahku yang bernama Hadi membuka pintu ruang UKS ini. Aku yang sedang mengolesi perutku dengan minyak putih, terkesiap melihat dia menyeringai, tanpa menyadari 3 kancing baju seragamku dari bawah yang terbuka dan memperlihatkan perutku yang rata dan putih mulus ini. dan belum sempat aku sadar apa yang harus aku lakukan, ia sudah mendekatiku, menyergapku, menelikung tangan kananku ke belakang dengan tangan kanannya, dan membekap mulutku erat erat dengan tangan kirinya. Aku meronta ronta, dan berusaha menjerit, tapi yang terdengar cuma “eeemph… eeemph…”. Dengan panik aku berusaha melepaskan bekapan pada mulutku dengan tangan kiriku yang masih bebas. Namun apa arti tenaga seorang gadis yang mungil sepertiku menghadapi seorang lelaki yang tinggi besar seperti Hadi ini? Aku sungguh merasa tak berdaya.

“Halo non Eliza… kok masih ada di sekolah malam malam begini?” tanya Hadi dengan menjemukan. Mataku terbelalak ketika masuk lagi tukang sapu yang lain yang bernama bernama Yoyok. “Girnooo”, ia melongok keluar pintu dan berteriak memanggil satpam di sekolahku. Aku sempat merasa lega, kukira aku akan selamat dari cengkeraman Hadi, tapi ternyata Yoyok yang mendekati kami bukannya menolongku, malah memegang pergelangan tangan kiriku dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya mulai meremasi payudaraku. “Wah baru kali ini ada kesempatan pegang susu amoy.. ini non Eliza yang sering kamu bilang itu kan Had?” tanya Yoyok pada Hadi, yang menjawab “iya Yok, amoy tercantik di sekolah ini. Betul gak?” tanya Hadi. Sambil tertawa Yoyok meremas payudaraku makin keras. Aku menggeliat kesakitan dan terus meronta berusaha melepaskan diri sambil berharap semoga Girno yang sering kuberi tips untuk mengantrikan aku bakso kesukaanku tiap istirahat sekolah, tidak setega mereka berdua yang sudah seperti kerasukan iblis ini. Tapi aku langsung sadar aku dalam bahaya besar. Yang memanggil Girno tadi itu kan Yoyok. Jadi sungguh bodoh bila aku berharap banyak pada Girno yang kalau tidak salah memang pernah aku temukan sedang mencuri pandang padaku. Ataukah… ?

Beberapa saat kemudian Girno datang, dan melihatku diperlakukan seperti itu, Girno menyeringai dan berkata, “Dengar! Kalian jangan gegabah.. non Eliza ini kita ikat dulu di ranjang UKS ini. Setelah jam 8 malam, gedung sekolah ini pasti sudah kosong, dan itu saatnya kita berpesta kawan kawan!”. Maka lemaslah tubuhku setelah dugaanku terbukti, dan dengan mudah mereka membaringkan tubuhku di atas ranjang UKS. Kedua tangan dan kakiku diikat erat pada sudut sudut ranjang itu, dan dua kancing bajuku yang belum lepas dilepaskan oleh Hadi, hingga terlihat kulit tubuhku yang putih mulus, serta bra warna pink yang menutupi payudaraku. Aku mulai putus asa dan memohon “Pak Girno.. tolong jangan begini pak..”. Ratapanku ini dibalas ciuman Girno pada bibirku. Ia melumat bibirku dengan penuh nafsu, sampai aku megap megap kehabisan nafas, lalu ia menyumpal mulutku supaya aku tak bisa berteriak minta tolong. “Non Eliza, tenang saja. Nanti juga non bakalan merasakan surga dunia kok”, kata Girno sambil tersenyum memuakkan. Kemudian Girno memerintahkan mereka semua untuk kembali melanjutkan pekerjaannya, dan mereka meninggalkanku sendirian di ruang UKS sialan ini. Girno kembali ke posnya, Hadi dan Yoyok meneruskan pekerjaannya menyapu beberapa ruangan kelas yang belum disapu. Dan aku kini hanya bisa pasrah menunggu nasib.

Aku bergidik membayangkan apa yang akan mereka lakukan terhadapku. Dari berbagai macam cerita kejahatan yang aku dengar, aku mengerti mereka pasti akan memperkosaku ramai ramai. Sakit perutku sudah hilang berkat khasiat minyak putih tadi. Detik demi detik berlalu begitu cepat, tak terasa setengah jam sudah berlalu. Jam di ruang UKS sudah menunjukkan pukul 20:00. tibalah saatnya aku dibantai oleh mereka. Hadi masuk, diikuti Yoyok, Girno, dan celakanya ternyata mereka mengajak 2 satpam yang lain, Urip dan Soleh. “Hai amoy cantik.. sudah nggak sabar menunggu kami ya?”, kata Hadi. Dengan mulut yang tersumpal sementara tangan dan kakiku terikat, aku hanya bisa menggeleng nggelengkan kepala, dengan air mata yang mengalir deras aku memandang mereka memohon belas kasihan, walaupun aku tahu pasti hal ini tak ada gunanya. Mereka hanya tertawa dan dengan santai melepaskan baju seragam sekolahku, hingga aku tinggal mengenakan bra dan celana dalam yang warnanya pink. Mereka bersorak gembira, mengerubutiku dan mulai menggerayangi tubuhku, tanpa aku bisa melawan sama sekali. Aku masih sempat memperhatikan, betapa kulit mereka itu hitam legam dan kasar dibandingkan kulitku yang putih mulus, membuatku sedikit banyak merasa jijik juga ketika memikirkan tubuhku dikerubuti mereka, untuk kemudian digangbang tanpa ampun..
Aku terus meronta, tapi tiba tiba perasaanku tersengat ketika jari-jari Girno menyentuh selangkanganku, menekan nekan klitorisku yang masih terbungkus celana dalam. Aku tak tau sejak kapan, tapi bra yang aku pakai sudah lenyap entah kemana, dan payudaraku diremas remas dengan brutal oleh Hadi dan Yoyok, membuat tubuhku panas dingin tak karuan. Selagi aku masih kebingungan merasakan sensasi aneh yang melanda tubuhku, Urip mendekatiku, melepas sumpalan pada mulutku, dan melumat bibirku habis habisan. Ya ampun.. aku semakin gelagapan, apalagi kemudian Soleh meraba dan membelai kedua pahaku. Dikerubuti dan dirangsang sedemikan rupa oleh 5 orang sekaligus, aku merasakan gejolak luar biasa melanda tubuhku yang tanpa bisa kukendalikan, berkelojotan dan mengejang hebat, berulang kali aku terlonjak lonjak, ada beberapa saat lamanya tubuhku tersentak sentak, kakiku melejang lejang, rasanya seluruh tubuhku bergetar. “oh.. oh… augh.. ngggg.. aaaaaaagh…” aku mengerang dan menjerit keenakan dan keringatku membanjir deras. Lalu aku merasa kelelahan dan lemas sekali, dan mereka menertawakanku yang sedang dilanda orgasme hebat. “Enak ya non? Hahaha… nanti Non pasti minta tambah”. Aku tak melihat siapa yang bicara, tapi aku tahu itu suara Yoyok, dan aku malas menanggapi ucapan yang amat kurang ajar dan merendahkanku itu.

Kemudian Girno berkata padaku, “Non Eliza, kami akan melepaskan ikatanmu. Jika nona tidak macam macam, kami akan melepaskan nona setelah kami puas. Tapi jika nona macam macam, nona akan kami bawa ke rumah kosong di sebelah mess kami. Dan nona tahu kan apa akibatnya? Di situ nona tidak hanya harus melayani kami berlima, tapi seluruh penghuni mess kami. Mengerti ya non?”. Mendengar hal itu, aku hanya bisa mengangguk pasrah, dan berharap aku cukup kuat untuk melalui ini semu. “Iya pak. Jangan bawa saya ke sana pak. Saya akan menuruti kemauan bapak bapak. Tapi tolong, jangan lukai saya dan jangan hamili saya. Dan lagi, saya masih perawan pak. Tolong jangan kasar. Tolong jangan keluarkan di dalam ya?” pintaku sungguh sungguh, dan merasa ngeri jika aku harus dibawa ke mess mereka. Aku tahu penghuni mess itu ada sekitar 60 orang, yang merupakan gabungan satpam, tukang sapu dan tukang kebun dari SMA tempat aku sekolah ini, ditambah dari SMP dan SD yang memang masih sekomplek, maklum satu yayasan. Daripada aku lebih menderita digangbang oleh 60 orang, lebih baik aku menuruti apa mau mereka yang ‘cuma’ berlima ini. Dan aku benar benar berharap agar tak ada yang melukaiku, berharap mereka tidak segila itu untuk menindik tubuhku, trend yang kudengar sering dilakukan oleh pemerkosanya… menindik puting susu korbannya. Aku benar benar takut.

“Hahaha, non Eliza, sudah kami duga non memang masih perawan. Nona masih polos, dan tidak mengerti kalo kami suka memandangi tubuh nona yang sexy, dan selalu memimpikan memperawani non Eliza yang cantik ini sejak non masih kelas 1 SMA. Minggu lalu, ketika non ulang tahun ke 17 dan merayakannya di kelas, bahkan memberi kami makanan, kami sepakat untuk menghadiahi non kenikmatan surga dunia. Tenang saja non. Kami memang menginginkan tubuh non, tapi kami tak sekejam itu untuk melukai tubuh non yang indah ini. Dan kalo tentang itu tenang non, kami sudah mempersiapkan semua itu. Seminggu terakhir ini, aqua botol yang non titip ke saya, saya campurin obat anti hamil. Sedangkan yang tadi, saya campurin obat anti hamil sekaligus obat cuci perut. Non Eliza tadi sakit perut kan? Hahaha…” jelas Girno sambil tertawa, tertawa yang memuakkan. Jadi ini semua sudah direncanakannya! Kurang ajar betul mereka ini. Aku memberi mereka makanan hanya karena ingin berbagi, tanpa memandang status mereka. Tapi kini balasannya aku harus melayani mereka berlima. Aku akan digangbang mereka, dan mereka akan mengeluarkan sperma mereka di dalam rahimku sepuasnya tanpa kuatir menghamiliku. Lebih tepatnya, tanpa aku kuatir harus hamil oleh mereka. Membayangkan hal ini, entah kenapa tiba tiba aku terangsang hebat, dan birahiku naik tak terkendali.

Mereka semua mulai melepas semua pakaian mereka, dan ternyata penis penis mereka sudah ereksi dengan gagahnya, membuat jantungku berdegup semakin kencang melihat penis penis itu begitu besar. Girno mengambil posisi di tengah selangkanganku, sementara yang lain melepaskan ikatan pada kedua pergelangan tangan dan kakiku. Girno menarik lepas celana dalamku, kini aku sudah telanjang bulat. Tubuhku yang putih mulus terpampang di depan mereka yang terlihat semakin bernafsu. “Indah sekali non Eliza, mem*knya non. Rambutnya jarang, halus, tapi indah sekali”, puji Girno. Memang rambut yang tumbuh di atas vaginaku amat jarang dan halus. Semakin jelas aku melihat penis Girno, yang ternyata paling besar di antara mereka semua, dengan diameter sekitar 6 cm dan panjang yang sekitar 25 cm. Aku menatap sayu pada Girno. “Pak, pelan pelan pak ya..” aku mencoba mengingatkan Girno, yang hanya menganguk sambil tersenyum. Kini kepala penis Girno sudah dalam posisi siap tempur, dan Girno menggesek gesekkannya ke mulut vaginaku. Aku semakin terangsang, dan mereka tanpa memegangi pergelangan tangan dan kakiku yang sudah tidak terikat, mungkin karena sudah yakin aku yang telah mereka taklukkan ini tak akan melawan atau mencoba melarikan diri, mulai mengerubutiku kembali.

Kedua payudaraku kembali diremas remas oleh Hadi dan Yoyok, sementara Urip dan Soleh bergantian melumat bibirku. Rangsangan demi rangsangan yang kuterima ini, membuat aku orgasme yang ke dua kalinya. Kembali tubuhku berkelojotan dan kakiku melejang lejang, bahkan kali ini cairan cintaku muncrat menyembur membasahi penis Girno yang memang sedang berada persis di depan mulut vaginaku. “Eh.. non Eliza ini.. belum apa apa sudah keluar 2 kali, pake muncrat lagi. Sabar non, kenikmatan yang sesungguhnya akan segera non rasakan. Tapi ada bagusnya juga lho, mem*k non pasti jadi lebih licin, nanti pasti lebih gampang ditembus ya”, ejeknya sambil mulai melesakkan penisnya ke vaginaku. “Aduh.. sakit pak” erangku, dan Girno berkata “Tenang non, nanti juga enak”. Kemudian ia menarik penisnya sedikit, dan melesakkannya sedikit lebih dalam dari yang tadi. Rasa pedih yang amat sangat melanda vaginaku yang sudah begitu licin, tapi tetap saja karena penis itu terlalu besar, Girno kesulitan untuk menancapkan penisnya ke vaginaku, namun dengan penuh kesabaran, Girno terus memompa dengan lembut hingga tak terlalu menyakitiku.
Lambat laun, ternyata memang rasa sakit di vaginaku mulai bercampur rasa nikmat yang luar biasa. Dan Girno terus melakukannya, menarik sedikit, dan menusukkan lebih dalam lagi, sementara yang lain terus melanjutkan aktivitasnya sambil menikmati tontonan proses penetrasi penis Girno ke dalam vaginaku. Hadi dan Yoyok mulai menyusu pada kedua puting payudaraku yang sudah mengeras karena terus menerus dirangsang sejak tadi. Tak lama kemudian, aku merasakan selangkanganku sakit sekali, rupanya akhirnya selaput daraku robek. “Ooooooh… aaaauuuugggh… hngggkk aaaaaaagh… “Aku menjerit kesakitan, seluruh tubuhku mengejang, dan air mataku mengalir, dan kembali aku merasakan keringatku mengucur deras. Aku ingin meronta, tapi rasa sesak di vaginaku membatalkan niatku. Aku hanya bisa mengerang, dan gairahku pun padam dihempas rasa sakit yang nyaris tak tertahankan ini. “Aduh.. sakit pak Girno.. ampun”, erangku, namun Girno hanya tertawa tawa puas karena berhasil memperawaniku, dan yang lain malah bersorak, “terus.. terus..”. Aku menggeleng gelengkan kepalaku ke kanan dan ke kiri menahan sakit, sementara bagian bawah tubuhku mengejang hebat, tapi aku tak berani terlalu banyak bergerak, dan berusaha menahan lejangan tubuhku supaya vaginaku penuh sesak itu tak semakin terasa sakit. Namun lumatan penuh nafsu pada bibirku oleh Urip ditambah belaian pada rambutku serta dua orang tukang sapu yang menyusu seperti anak kecil di payudaraku ini membuat gairahku yang sempat padam kembali menyala.

Tanpa sadar, dalam kepasrahan aku mulai membalas lumatan itu. Girno terus memperdalam tusukannya penisnya yang sudah menancap setengahnya pada vaginaku. Dan Girno memang pandai memainkan vaginaku, kini rasa sakit itu sudah tak begitu kurasakan lagi, yang lebih kurasakan adalah nikmat yang melanda selangkanganku. Penis itu begitu sesaknya walaupun baru menancap setengahnya, dan urat urat yang berdenyut di penis itu menambah sensasi yang luar biasa. Sementara itu Girno mulai meracau, “Oh sempitnya non. Enaknya.. ah.. “ sambil terus memompa penisnya sampai akhirnya amblas sepenuhnya, terasa menyodok bagian terdalam dari vaginaku, mungkin itu rahimku. Aku hanya bisa mengerang tanpa berani menggeliat, walaupun aku merasakan sakit yang bercampur nikmat. Mulutku ternganga, kedua tanganku mencengkeram sprei berusaha mencari sesuatu yang bisa kupegang, sementara kakiku terasa mengejang tapi kutahan. Aku benar benar tak berani banyak bergerak dengan penis raksasa yang sedang menancap begitu dalam di vaginaku.

Dan setelah diam untuk memberiku kesempatan beradaptasi, akhirnya Girno memulai pompaanya. Aku mengerang dan mengerang, mengikuti irama pompaan si Girno. Dan erangangku kembali tertahan ketika kali ini dengan gemas Urip memasukkan penisnya ke dalam mulutku yang sedang ternganga ini. Aku gelagapan, dan Urip berkata “Isep non. Awas, jangan digigit ya!” Aku hanya pasrah, dan mulai mengulum penis yang baunya tidak enak ini, tapi lama kelamaan aku jadi terbiasa juga dengan bau itu. Penis itu panjang juga, tapi diameternya tak terlalu besar disbanding dengan penisnya Girno. Tapi mulutku terasa penuh, dan ketika aku mengulum ngulum penis itu, Urip memompa penisnya dalam mulutku, sampai berulang kali melesak ke dalam tenggorokanku. Aku berusaha supaya tidak muntah, meskupun berulang kali aku tersedak. Selagi aku bejruang beradaptasi terhadap sodokan penis si Urip ini, Soleh meraih tangan kananku, menggengamkan tanganku ke penisnya. “Non, ayo dikocok!”, perintahnya. Penis itu tak hampir tak muat di genggaman telapak tanganku yang mungil, dan aku tak sempat memperhatikan seberapa panjang penis itu, walaupun dari kocokan tanganku, aku sadar penis itu panjang. Aku menuruti semuanya dengan pasrah, ketika tiba tiba pintu terbuka, dan pak Edy, guru wali kelasku masuk, dan semua yang mengerubutiku menghentikan aktivitasnya, tentu saja penis Girno masih tetap bersemayam dalam vaginaku.

Melihat semuanya ini, pak Edy membentak, “Apa apaan ini? Apa yang kalian lakukan pada Eliza?”. Aku merasa ada harapan, segera melepaskan kulumanku pada penis Urip, dan sedikit berteriak “Pak Edy, tolong saya pak. Lepaskan saya dari mereka”. Pak Edy seolah tak mendengarku, dan berkata pada Girno, “Kalian ini.. ada pesta kok tidak ngajak saya? Untung saya mau mencari bon pembelian kotak P3K tadi. Kalo begini sih, itu bon gak ketemu juga tidak apa apa… hahaha…”. Aku yang sempat kembali merasa ada harapan untuk keluar dari acara gangbang ini, dengan kesal melanjutkan kocokan tanganku pada penis Soleh juga kulumanku pada penis Urip. Memang aku harus mengakui, aku menikmati perlakuan mereka, tapi kalau bisa aku juga ingin semua ini berakhir. Setelah sadar bahwa pak Edy juga sebejat mereka, semuanya tertawa lega, dan sambil mulai melanjutkan pompaan penisnya pada vaginaku, Girno berkata, “Pak Edy tenang saja, masih kebagian kok. Itu tangan kiri non Eliza masih nganggur, kan bisa buat ngocok punya pak Edy dulu. Tapi kalo soal mem*knya, ngantri yo pak. Abisnya, salome sih”. Pak Edy tertawa. “Yah gak masalah lah. Ini kan malam minggu, pulang malam juga wajar kan?” katanya mengiyakan sambil melepas pakaiannya dan ternyata (untungnya) penisnya tidak terlalu besar, bahkan ternyata paling pendek di antara mereka.

Tapi aku sudah tak perduli lagi. Vaginaku yang serasa diaduk aduk mengantarku orgasme yang ke tiga kalinya. “aaaaagh.. paaak… sayaaa… keluaaaar….”, erangku yang tanpa sadar mulai menggenggam penis pak Edy yang disodorkan di dekat tangan kiriku yang memang menganggur. Pinggangku terangkat sedikit ke atas, kembali tubuhku terlonjak lonjak, entah ada berapa lamanya tersentak sentak, namun kini cairanku tak keluar karena vaginaku yang masih sangat sempit ini seolah dibuntu oleh penis Girno yang berukuran raksasa. Dalam kelelahan ini, aku harus melayani 6 orang sekaligus. Sodokan sodokan yang dilakukan Girno membuat gairahku cepat naik walaupun aku baru saja orgasme hebat. Tapi aku tak tahu, kapan Girno akan orgasme, ia begitu perkasa. Sudah 15 menit berlalu, dan ia masih memompaku dengan garangnya. Desahan kami bersahut sahutan memenuhi ruangan yang kecil ini. Kedua tanganku mengocok penis dari Soleh dan pak Edy, wali kelasku yang ternyata bejat, membuatku bingung memikirkan apa yang harus kulakukan jika bertemu dengannya mulai senin besok dan seterusnya saat dia mengajar.
Urip mengingatkanku untuk kembali mengulum penisnya yang kembali disodokkannya ke kerongkonganku, membuat aku tak sempat terlalu lama memikirkan hal itu.. Kini aku sudah mulai terbiasa, bahkan sejujurnya mulai menikmati saat saat tenggorokanku diterjang penis si Urip ini. Kepasrahanku ini membuat mereka semua semakin bernafsu. Tiba tiba Girno menarikku hingga aku terduduk, lalu dia tiduran di ranjang, hingga sekarang aku berada dalam posisi woman on top, dan penis itu terasa semakin dalam menancap dalam vaginaku. Aku masih tak tahu apa yang ia inginkan, tiba tiba aku ditariknya lagi hingga rebah dan payudaraku menindih tubuhnya. Urat penisnya terasa mengorek ngorek dinding vaginaku. “Eh, daripada satu lubang rame rame, kan lebih nikmat kalo dua, eh, tiga sekalian, tiga lubang rame rame?” tanya Girno pada yang lain, yang segera menyetujui sambil tertawa. “Akuuur… “, seru mereka, dan Urip segera ke belakangku, kemudian meludahi anusku. “Oh Tuhan… aku akan disandwich.. bagaimana ini..”, kataku dalam hati. “Jangaaaan…. Jangan di situuu…!!” teriakku ketakutan. Namun seperti yang aku duga, Urip sama sekali tidak perduli. Aku memejamkan mata ketika Urip menempelkan kepala penisnya ke anusku, dan yang lain bersorak kegirangan, memuji ide Girno. “aaaaaagh…” erangku ketika penis Urip mulai melesak ke liang anusku. Mataku terbeliak, tanganku menggenggam erat sprei kasur tempat aku aku dibantai ramai ramai, tubuhku terutama pahaku bergetar hebat menahan sakit yang luar biasa.

Ludah Urip yang bercampur dengan air liurku di penis Urip yang baru kukulum tadi, tak membantu sama sekali. Rasa pedih yang menjadi jadi mendera anusku, dan aku kembali mengerang panjang. “aaaaaaaaaaaaagh…. sakiiiiiit…. Jangaaaaan…..”, erangku tanpa daya ketika akhirnya penis itu amblas seluruhnya dalam anusku. Selagi aku mengerang dan mulutku ternganga, Soleh mengambil kesempatan itu untuk membenamkan penisnya dalam mulutku, hingga eranganku teredam. Sial, ternyata penis Soleh ini agak mirip punya Urip yang sedang menyodomiku. Begitu panjang, walaupun diameternya tidak terlalu besar, tapi penis itu cukup panjang untuk menyodok nyodok tenggorokanku. Kini tubuhku benar benar bukan milikku lagi. Rasa sakit yang hampir tak tertahankan melandaku saat Urip mulai memompa anusku. Setiap ia mendorongkan penisnya, penis Soleh menancap semakin dalam ke tenggorokanku, sementara penis Girno sedikit tertarik keluar, tapi sebaliknya, saat Urip memundurkan penisnya, penis Soleh juga sedikit tertarik keluar dari kerongkonganku, tapi akibatnya tubuhku yang turun membuat penis Girno kembali menancap dalam dalam di vaginaku, ditambah lagi Girno sedikit menambah tenaga tusukannnya, hingga rasanya penisnya seperti menggedor rahimku. Sedikit sakit memang, tapi perlahan rasa sakit pada anusku sudah berkurang banyak, dan ketika rasa sakit itu reda, aku sudah melayang dalam kenikmatan. Hanya 2 menit dalam posisi ini, aku sudah orgasme hebat, namun aku hanya bisa pasrah. Tubuhku hanya bisa bergetar, aku tak bisa bergerak banyak karena semuanya seolah olah terkunci. Dalam keadaan orgasme, mereka tanpa ampun terus bergantian memompaku, membuat orgasmeku tak kunjung reda bahkan akhirnya aku mengalami multi orgasme!

Tanpa terkendali lagi, aku mengejang hebat susul menyusul, dan cairan cintaku keluar berulang ulang, sangat banyak mengiringi multi orgasmeku yang sampai lebih dari 3 menit. namun semua cairan cintaku yang aku yakin sudah bercampur darah perawanku tak bisa mengalir keluar, terhambat oleh penis Girno. Tanganku yang menumpu pada genggaman tangan Girno bergetar getar. Sementara Soleh membelai rambutku dan Urip meremas remas payudaraku dari belakang. Sungguh, aku tak kuasa menyangkal. Kenikmatan yang aku alami sekarang ini benar benar dahsyat, belum pernah sebelumnya aku merasakan yang seperti ini. Aku memang pernah bermasturbasi, namun yang ini benar benar membuatku melayang. Mereka terus menggenjot tubuhku. Desahan yang terdengar hanya desahan mereka, karena aku tak mampu mengeluarkan suara selama penis Soleh mengorek ngorek tenggorokanku. Entah sudah berapa kali aku mengalami orgasme, sampai akhirnya, “hegh.. hu… huoooooooh..”, Girno melenguh, penisnya berkedut, kemudian spermanya yang hangat menyemprot berulang ulang dalam liang vaginaku, diiringi dengan keluarnya cairan cintaku untuk yang ke sekian kalinya. Akhirnya Girno orgasme juga bersamaan denganku, dan penisnya sedikit melembek, dan terus melembek sampai akhirnya cukup untuk membuat cairan merah muda meluber keluar dengan deras dari sela sela mulut vaginaku, yang merupakan campuran darah perawanku, cairan cintaku dan sperma Girno.

“Oh.. enake rek, mem*k amoy seng sek perawan…” kata Girno, yang tampak amat puas. Nafasku sudah tersengal sengal. Untungnya, Urip dan Soleh cukup pengertian. Urip mencabut penisnya dari anusku, dan Soleh tak memaksaku mengulum penisnya yang terlepas ketika aku yang sudah begitu lemas karena kelelahan, ambruk menindih Girno yang masih belum juga melepaskan penisnya yang masih terasa begitu besar untukku. Kini aku mulai sadar dari gairah nafsu birahi yang menghantamku selama hampir satu jam ini. Namun aku tidak menangis. Tak ada keinginan untuk itu, karena sejujurnya aku tadi amat menikmati perlakuan mereka, bahkan gilanya, aku menginginkan diriku digangbang lagi seperti tadi. Apalagi mereka cukup lembut dan pengertian, tidak sekasar yang aku bayangkan. Mereka benar benar menepati janji untuk tidak melukaiku dan menyakitiku seperti menampar ataupun menjambak rambutku. Bahkan Girno memelukku dan membelai rambutku dengan mesra dan penuh kasih saying, setidaknya menurut perasaanku, sehingga membuatku semakin pasrah dan hanyut dalam pelukannya. Apalagi yang lain kembali mengerubutiku, membelai sekujur tubuhku seolah ingin menikmati tiap senti kulit tubuhku yang putih mulis ini. Entah kenapa aku merasa aku rela melayani mereka berenam ini untuk seterusnya, membuatku terkejut dalam hati. “Hah? Apa yang baru saja aku pikirkan? Aku ini kan diperkosa, kok aku malah berpikir seperti itu?” pikirku dalam hati. Tapi tak bisa kupungkiri, tadi itu benar benar nikmat, belum pernah aku merasakan yang seperti itu ketika aku bermasturbasi. Lagian, apakah ini masih bisa disebut perkosaan? Selain aku pasrah melayani apa mau mereka, aku juga menikmatinya, bahkan sampai orgasme berkali kali.

Lamunanku terputus saat Girno mengangkat tubuhku hingga penisnya yang sudah mengecil terlepas dari vaginaku. “Non, kita lanjutin ya”, kata Soleh yang sudah tiduran di bawahku yang sedikit mengkangkang. Aku hanya menurut saja dan mengarahkan vaginaku ke penisnya yang tegak mengacung. Aku memegang dan membimbing penis itu untuk menembus vaginaku yang sudah tidak perawan lagi ini. “Ooh… aaah….”, erang Soleh ketika penisnya mulai melesak ke dalam vaginaku. Lebih mudah dari punya Girno tadi, karena diameter penis si Soleh memang lebih kecil. Namun tetap saja, panjangnya membuat aku sedikit banyak kelabakan. “Ooh.. aduuuuh… “, erangku panjang seiring makin menancapnya penis Soleh hingga amblas sepenuhnya dalam vaginaku. Penisnya terasa hangat, lebih hangat dari punya si Girno yang kini duduk di kursi tengah ruang ini sambil merokok. Mereka memberiku kesempatan untuk bernafas sejenak, kemudian Urip mendorongku hingga aku kembali telungkup, kali ini menindih Soleh yang langsung mengambil kesempatan itu untuk melumat bibirku. Baru aku sadar, Soleh ini pasti tinggi sekali. Dan rupanya si Urip belum puas dan ingin melanjutkan anal seks denganku. Kembali aku disandwich seperti tadi. Namun kali ini aku lebih siap. Aku melebarkan kakiku hingga semakin mengkangkang seperti kodok, dan… perlahan tapi pasti, anusku kembali ditembus penis Urip yang amat keras ini, membuat bagian bawah tubuhku kembali terasa sesak. Walaupun memang tidak sesesak tadi, namun cukup untuk membuatku merintih mengerang antara pedih dan nikmat.

Kini Hadi dan Yoyok ikut mengepungku. Mereka masing masing memegang tangan kiri dan kananku, mengarahkanku untuk menggenggam penis mereka dan mengocoknya. Selagi aku mulai mengocok dua buah penis itu, wali kelasku yang ternyata bejat ini mengambil posisi di depanku, memintaku mengoral penisnya. “Dioral sekalian El, daripada nganggur nih”, katanya dengan senyum yang memuakkan. Tapi aku terpaksa menurutinya daripada nanti ia berbuat atau mengancam yang macam macam. Kubuka mulutku walaupun dengan setengah hati, membiarkan penis pak Edy yang berukuran kecil ini masuk dalam kulumanku. Jadi kini aku digempur 5 orang sekaligus, yang mana justru membuat gairahku naik tak karuan. Apalagi Soleh dan Urip makin bersemangat menggenjot selangkanganku, benar benar dengan cepat membawaku orgasme lagi. “eeeeeemmmmph….”, erangku keenakan. Tubuhku mengejang, dan kurasakan cairan cintaku keluar, melumasi vaginaku yang terus dipompa Soleh yang juga merem melek keenakan. Tiba tiba penis pak Edy berkedut dalam mulutku, dan tanpa ampun spermanya muncrat membasahi kerongkonganku. Baru kali ini aku merasakan sperma dalam mulutku, rasanya aneh, asin dan asam. Mungkin karena sudah beberapa kali melihat film bokep, tanpa disuruh aku sudah tahu tugasku. Kubersihkan penis pak Edy dengan kukulum, kujilati, dan kusedot sedot sampai tidak ada sperma yang tertinggal di penis yang kecil itu.

Soleh mengejek pak Edy, “Lho pak, kok sudah keluar? Masa kalah sama sepongannya non Eliza? Bagaimana nanti sama mem*knya? Seret banget lho pak”, kata Soleh, yang disambung tawa yang lain. Pak Edy terlihat tersenyum malu, dan tak berkata apa apa, hanya duduk di sebelah si Girno. Aku tertawa dalam hati, namun ada bagusnya juga, kini tugasku menjadi sedikit lebih ringan. Hadi yang juga ingin merasakan penisnya kuoral, pindah posisi ke depanku, dan mengarahkan penisnya ke mulutku. Aku mengulum penis itu tanpa penolakan, dan kocokan tangan kananku pada penis Yoyok kupercepat, mengimbangi cepatnya sodokan demi sodokan penis Soleh dan Urip yang semakin gencar menghajar vagina dan anusku. Urip tiba tiba mendengus dengus dan melolong panjang “oooooooouuuuggghh…. “, seiring berkedutnya penisnya dalam anusku, dan menyemprotkan maninya berulang ulang. Terasa hangat sekali anusku di bagian terdalam. Kini aku tinggal melayani 3 orang saja, namun entah aku sudah orgasme berapa kali. Aku amat lelah untuk menghitungnya. Dan Yoyok menggantikan Urip membobol anusku. Baru aku sadar, dari genggaman tanganku tadi pada penis Yoyok, aku tahu penis Yoyok tidak panjang, tapi… diameternya itu.. rasanya seimbang dengan punya si Girno. Oh celaka… penis itu akan segera menghajar anusku. “ooooh… oooooogh… sakiiiit…”, erangku ketika Yoyok memaksakan penisnya sampai akhirnya masuk. Namun seperti yang tadi tadi, rasa sakit yang menderaku hanya berlangsung sebentar, dan berganti rasa nikmat luar biasa yang tak bisa dilukiskan dengan kata kata. Aku semakin tersengat birahi ketika Soleh yang ada di bawahku meremas remas payudaraku yang tergantung di depan matanya, sementara Hadi menekan nekankan kepalaku untuk lebih melesakkan penisnya ke kerongkonganku. Di sini aku juga sadar, ternyata penis si Hadi ini setipe dengan punya Urip atau Soleh.

Dengan pasrah aku terus melayani mereka satu per satu sampai akhirnya mereka orgasme bersamaan. Dimulai dari kedutan penis Soleh dalam vaginaku, tapi tiba tiba penis Hadi berkedut lebih keras dan langsung menyemburkan spermanya yang amat banyak dalam rongga mulutku. Aku gelagapan dan nyaris tersedak, namun aku usahakan semuanya tertelan masuk dalam kerongkonganku. Selagi aku berusaha menelan semuanya, tiba tiba dari belakang Yoyok menggeram, penisnya juga berkedut, kemudian menyemprotkan sperma berulang ulang dalam anusku, diikuti Soleh yang menghunjamkan penisnya dalam dalam sambil berteriak penuh kenikmatan. “Oooooooohh… aaaaaaargh”, seolah tak mau kalah, aku juga mengerang panjang. Bersamaan dengan berulang kali menyemprotnya sperma Soleh di dalam vaginaku, aku juga mengalami orgasme hebat. Hadi jatuh terduduk lemas setelah penisnya kubersihkan tuntas seperti punya pak Edy tadi. Lalu Soleh yang penisnya masih menancap di dalam vaginaku memeluk dan lembali melumat bibirku dengan ganas, sampai aku tersengal sengal kehabisan nafas. Yoyok yang penisnya tak terlalu panjang hingga sudah terlepas dari anusku, juga duduk bersandar di dinding. Kini tinggal aku dan Soleh yang ada di atas ranjang, dan kami bergumul dengan panas. Soleh membalik posisi kami hingga aku telentang di ranjang ditindihnya, dan penisnya tetap masih menancap dalam vaginaku meskipun mulai lembek, mungkin dikarenakan penis Soleh yang panjang. Tanpa sadar, kakiku melingkari pinggangnya Soleh, seakan tak ingin penisnya terlepas, dan aku balas melumat bibir si Soleh ini.

Pergumulan kami yang panas, menyebabkan Girno terbakar birahi. Tenaganya yang sudah pulih seolah ditandai dengan mengacungnya penisnya, yang tadi sudah berejakulasi. Namun ia dengan sabar membiarkan aku dan Soleh yang bergumul dengan penuh nafsu. Namun penis Soleh yang semakin mengecil itu akhirnya tidak lagi tertahan erat dalam vaginaku, dan Soleh pun tampaknya tahu diri untuk memberikanku kepada yang lain yang sudah siap kembali untuk menggenjotku. Girno segera menyergap dan menindihku, tanpa memberiku kesempatan bernafas, dengan penuh nafsu Girno segera menjejalkan penisnya yang amat besar itu ke dalam vaginaku. Aku terbeliak, merasakan kembali sesaknya vaginaku. Girno yang sudah terbakar nafsu ini mulai memompa vaginaku dengan ganas, membuat tubuhku kembali bergetar getar sementara aku mendesah dan merintih merasakan nikmat berkepanjangan ini. Gilanya, aku mulai berani mencoba lebih merangsang Girno dengan pura pura ingin menahan sodokan penisnya dengan cara menahan bagian bawah tubuhnya. Benar saja, dengan tatapan garang ia mencengkram kedua pergelangan tanganku dan menelentangkannya, membuatku tak berdaya. Dan sodokan dem sodokan yang menghajar vaginaku terasa semakin keras. Aku menatap Girno dengan pandangan sayu memelas untuk lebih merangsangnya lagi, dan berhasil. Dengan nafas memburu, Girno melumat bibirku sambil terus memompa vaginaku. Kini aku yang gelagapan. Orgasme yang menderaku membuat tubuhku bergetar hebat, tapi aku tak berdaya melepaskannya karena seluruh gerakan tubuhku terkunci, hingga akhirnya Girno menggeram nggeram, semprotan sperma yang cukup banyak kembali membasahi liang vaginaku.

Girno melepaskan cengkramannya pada kedua pergelangan tanganku, namun aku sudah terlalu lelah dan lemas untuk menggerakkannya. Ia turun dari ranjang, setelah melumat bibirku dengan ganas, lalu memberi kesempatan pada pak Edy yang sudah ereksi kembali. Kali ini, ia terlihat lebih gembira, karena mendapatkan jatah liang vaginaku, yang kelihatannya sudah ditunggunya sejak tadi. Dengan tersenyum senang, yang bagiku memuakkan, ia mulai menggesekkan kepala penisnya ke vaginaku yang sudah banjir cairan sperma bercampur cairan cintaku. Tanpa kesulitan yang berarti, ia sudah melesakkan penisnya seluruhnya. Aku sedikit mendesah ketika ia mulai memompa vaginaku. Namun lagi lagi seperti tadi, belum ada 3 menit, pak Edy sudah mulai menggeram, kemudian tanpa mampu menahan lagi ia menyemprotkan spermanya ke dalam liang vaginaku. Yang lain kembali tertawa, sedangkan aku yang belum terpuaskan dalam ‘sesi’ ini, memandang yang lain, terutama Hadi yang belum sempat merasakan selangkanganku. Hadi yang seolah mengerti, segera mendekatiku. Terlebih dulu ia mencium bibirku dengan dimesra mesrakan, membuatku sedikit geli namun cukup terangsang juga. Tak lama kemudian, Hadi sudah siap dengan kepala penis yang menempel di vaginaku, lalu mulai melesakkan penisnya dalam dalam. Ia terlihat menikmati hal ini, sementara aku sedikit mengejang menahan sakit karena Hadi cukup terburu buru dalam proses penetrasi ini. Selagi kami dalam proses menyatu, yang lain sedang mengejek pak Edy yang terlalu cepat keluar. Ingin aku menambahkan, penisnya agak sedikit lembek. Tapi aku menahan diri dan diam saja, karena aku tak ingin terlihat murahan di depan mereka.

Hadi mulai memompa vaginaku. Rasa nikmat kembali menjalari tubuhku. Pinggangku bergerak gerak dan pantatku sedikit terangkat, seolah menggambarkan aku yang sedang mencari kenikmatan. Selagi aku dan Hadi sudah mulai menemukan ritme yang pas, aku melihat yang lain yaitu Yoyok dan Urip akan pergi ke wc, katanya untuk mencuci penis mereka yang tadi sempat terbenam dalam anusku. Sambil keluar Urip berkata, “nanti kasihan non Eliza, kalo mem*knya yang bersih jadi kotor kalo kont*lku tidak aku cuci”. “iya, juga, kan kasihan, amoy cakep cakep gini harus ngemut ****** yang kotor seperti ini”, sambung Yoyok. Oh.. ternyata mereka begitu pengertian padaku. Aku jadi semakin senang, dan menyerahkan tubuhku ini seutuhnya pada mereka. Kulayani Hadi dengan sepenuh hati, setiap tusukan penisnya kusambut dengan menaikkan pantatku hingga penis itu bersarang semakin dalam. Tanpa ampun lagi, tak 5 menit kemudian aku orgasme disusul Hadi yang menembakkan spermanya dalam liang vaginaku, bersamaan dengan kembalinya Yoyok dan Urip. Namun mereka berdua ini tak langsung menggarapku. Setelah Hadi kembali terduduk lemas di bawah, mereka berdua mengerubutiku, tapi hanya membelai sekujur tubuhku, memberiku kesempatan untuk beristirahat setelah orgasme barusan. Mereka berdua menyusu pada payudaraku, sambil meremas kecil, membuatku mendesah tak karuan. Kini jam sudah menunjukkan pukul 21:00 malam. Tak terasa sudah satu jam aku melayani mereka semua.

Dalam keadaan lelah, aku minta waktu sebentar pada Urip dan Yoyok untuk minum. Keringat yang mengucur deras sejak tadi membuatku haus. “Sebentar bapak bapak, saya mau minum dulu ya”, kataku. Kebetulan di tasku ada sekitar setengah botol air Aqua, sisa minuman yang tadi sore, tapi aku langsung teringat, minuman itu dicampur obat cuci perut yang mengantarku ke horor di ruang UKS ini. “Pak Girno. Itu air sudah bapak campurin obat cuci perut kan? Tolong pak, belikan saya minuman dulu. Tapi jangan dicampurin apa apa lagi ya pak”, kataku sambil akan turun dari ranjang untuk mencari uang dalam dompet yang ada di dalam tas sekolahku. Tapi Girno berkata, “Gak usah non. Saya belikan saja”. Girno pergi ke wc sebentar untuk mencuci penisnya, kemudian kembali dan mengenakan celana dalam dan celana panjangnya saja. Lalu ia keluar untuk membeli air minum untukku. Sambil menunggu, yang lain menggodaku, merayuku betapa cantiknya aku, betapa putih mulusnya kulit tiubuhku yang indah dan sebagainya. Aku hanya tersenyum kecil menanggapi itu semua. Tak lama kemudian, Girno kembali sambil membawa sebotol Aqua, yang segelnya sudah terbuka. Aku menatapnya curiga, dan bertanya dengan ketus. “Pak, masa bapak tega mencampuri air minum ini lagi? Nanti kan saya mulas mulas lagi?”. Girno dengan tersenyum menjawab, “nggak non. Masa lagi enak enak gini saya pingin non bolak balik ke WC lagi. Ini cuma supaya non Eliza gak terlalu capek. Buat tambah tenaga non”. Yah.. pokoknya bukan obat cuci perut, aku akhirnya meminumnya sampai setengahnya, karena aku sudah semakin kehausan. Tak lupa aku mengambil botol sisa air minum yang tadi di dalam tasku, dan membuangnya ke tong sampah.

Kemudian aku kembali ke ranjang, menuntaskan tugasku melayani Urip dan Yoyok. Tiba tiba aku merasa aneh, tubuhku terasa panas terutama wajahku, keringat kembali bercucuran di sekujur tubuhku. Padahal mereka belum menyentuhku. Aku langsung mengerti, ini pasti ada obat perangsang yang dicampurkan dalam minuman tadi. Sialan deh, aku kini semakin terperangkap dalam cengkeraman mereka. Urip dan Yoyok bergantian memompa vagina dan mulutku. Awalnya Urip melesakkan penisnya dalam vaginaku, sementara Yoyok memintaku mengoral penisnya. Karena obat perangsang itu, sebentar sebentar aku mengalami orgasme, dan tiap aku orgasme mereka bertukar posisi. Rasa sperma dari banyak orang, bercampur cairan cintaku kurasakan ketika mengoral penis mereka, dan membuatku semakin bergairah. Mereka akhirnya berorgasme bersamaan, Yoyok di vaginaku dan Urip di tenggorokanku. Sedangkan aku sendiri sampai pada titik dimana aku kembali mengalami multi orgasme. Ada 3 sampai 4 menit lamanya, tubuhku terlonjak lonjak hingga pantatku terangkat angkat, kakiku melejang lejang sementara tanganku menggengam sprei yang sudah semakin basah dan awut awutan. Aku melenguh panjang, kemudian roboh telentang pasrah, dalam keadaan masih terbakar nafsu birahi, tapi kelelahan dan nafasku yang tersengal sengal membuatku hanya bisa memejamkan mata menikmati sisa getaran pada sekujur tubuhku. Kemudian bergantian mereka terus menikmati tubuhku. Aku sudah setengah tak sadar kerena terbakar nafsu birahi yang amat hebat, melayani dan melayani mereka semua tanpa bisa mengontrol diriku.

Akhirnya mereka sudah selesai menikmati tubuhku ketika jam menunjukan pukul 21:45. Mereka membiarkanku istirahat hingga staminaku sedikit pulih. Aku bangkit berdiri lalu melap tubuhku yang basah kuyup oleh keringat dengan handuk dan membersihkan selangkangan dan pahaku yang belepotan sperma. Dan dengan nakal Girno melesakkan roti hot dog ke dalam vaginaku. Aku mendesah dan memandangnya penuh tanda tanya, tapi Girno hanya cengengesan sambil memakaikan celana dalamku, hingga roti itu semakin tertekan oleh celana dalamku yang cukup ketat. Aku melenguh nikmat, dan mereka berebut memakaikan braku. Tanganku direntangkan, dan mereka menutup kedua payudaraku dengan cup bra-ku, memasang kaitannya di belakang punggungku. Lalu setelah memakaikan seragam sekolah dan rokku, mereka melingkariku yang duduk di atas ranjang dan sedang mengenakan kaus kaki dan sepatu sekolahku. Kemudian aku menatap mereka semua, siap mendengarkan ancaman kalo tidak boleh bilang siapa siapa lah.. ah, kalo itu sih nggak usah mereka mengancam, memangnya aku sampai tak punya malu sehingga menceritakan bagaimana aku yang asalnya diperkosa kemudian melayani mereka sepenuh hati seperti yang tadi aku lakukan?? Dan tentang kalo mereka ingin memperkosaku lagi di lain waktu, aku juga sudah pasrah.

“Non Eliza, kami puas dengan pelayanan non barusan. Tapi tentu saja kami masih menginginkan non melayani kami untuk berikut berikutnya”, kata Girno. Aku tak terlalu terkejut mendengar hal ini, tapi aku berpura pura tidak mengerti dan bertanya, “maksud bapak?”. “Non tentu sudah mengerti, kami masih inginkan servis non di lain hari. Kebetulan, minggu depan hari kamis tu kan hari terima rapor semester 3. Dua hari sebelum hari Natal. Tanggal 24 kan libur, kami ingin non Eliza datang ke sini jam 7 malam untuk melayani kami lagi. Seperti hari ini, non cukup melayani kami 2 jam saja. Soal pertemuan berikutnya, kita bisa atur lagi nanti tanggal 24 itu. Non harus datang, karena kalo tidak wali kelas non bisa memberikan sanksi tegas. Iya kan pak Edy?” jelas Girno panjang lebar. Pak Edy mengiyakan dan berkata, “benar Eliza. Saya bisa membuatmu tidak naik kelas, dengan alasan yang bisa saya cari cari. Jadi sebaiknya kamu jangan macam macam, apalagi sampai melaporkan hal ini ke orang lain. Lagipula, saya yakin kamu cukup cerdas untuk tidak melakukan hal bodoh seperti itu”. Mendengar semuanya ini, aku hanya bisa mengangguk pasrah. Oh Tuhan.. di malam Natal minggu depan, aku harus bermain sex dengan enam laki laki yang ada di sekitarku ini… Dan aku tak bisa menolak sama sekali.. Setelah semua beres, aku diijinkan pulang. Dalam keadaan loyo, aku berjalan tertatih tatih ke mobilku, selain sakit yang mendera selangkanganku akibat baru saja diperawani dan disetubuhi ramai ramai, roti yang menancap pada vaginaku sekarang ini membuat aku tak bisa berjalan dengan normal dan lancar. Untungnya tak ada yang melihatku dan menghadangku, akhirnya aku sampai ke dalam mobil, dan menyetir sampai ke rumah dengan selamat.

Sampai di rumah, sekitar pukul 22:30, aku memencet remote pintu pagar untuk membuka, lalu aku memasukkan mobilku halaman rumah. Setelah memencet remote untuk menutup pintu pagar, aku masuk ke dalam rumah, langsung menuju kamarku. Roti ini benar benar mengganggu sejak aku menyetir tadi. Rasa nikmat terus mendera vaginaku tak henti hentinya, karena setiap kaki kiriku menginjak kopling, roti ini rasanya tertanam makin dalam. Kini hal yang sama juga terjadi setiap aku melangkahkan kakiku agak lebar. Rasanya kamarku begitu jauh, apalagi aku harus naik tangga, kamarku memang ada di lantai 2. Akhirnya aku sampai ke kamarku. Di sana aku buka semua bajuku, lalu pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamarku, mencabut roti yang sudah sedikit hancur terkena campuran sperma dan cairan cintaku. Aku menyemprotkan air shower ke vaginaku untuk membersihkan sisa roti yang tertinggal di dalamnya, sambil sedikit mengorek ngorek vaginaku untuk lebih cepat membersihkan semuanya. Rasa nikmat kembali menjalari tubuhku, namun aku tahu aku harus segera beristirahat. Maka aku segera mandi keramas sebersih bersihnya, kemudian setelah mengeringkan tubuhku aku memakai daster tidur satin yang nyaman, dan merebahkan tubuhku yang sudah amat kelelahan ini di ranjangku yang empuk. Tak lama kemudian aku sudah tertidur pulas, setelah berhasil mengusir bayangan wajah puas orang orang yang tadi menggangbang aku.

Tags: , , , , , , , , ,

Download Cerita

  1. 106 Responses to “Cerita Dewasa – Aku Di Gangbang di Sekolah”

  2. By coki on Jun 14, 2009 | Reply

    kasian banget nasib lo moy tp w brsmpah pgen nyobain lo jga

  3. By agil on Jun 15, 2009 | Reply

    wew jancok aq nganti muncrat peng 7
    asu pengen sopo yo seng gelem ngelayani aq

  4. By riverria damai hati on Jun 15, 2009 | Reply

    wew gimana ya rasanya digangbang
    pengen taw ne tpi 1 orang aja ckup
    tlong cow yang tgal didaerah BWI tlp aq ya di nmr 081334500886 ato ke nmr 081231180283

  5. By master on Jun 15, 2009 | Reply

    apa iya bisa seperti itu?, apa benar cewek itu bisa menikmati nya? hal ini masih sulit diterima dengan akal sehat.

  6. By Macheda on Jun 15, 2009 | Reply

    Kak ngentot denganku nyook hub. Macheda di 081361008458 penisku panjangnya 18centi berdiameter 5cnti

  7. By yogi on Jun 15, 2009 | Reply

    boleh atuu gue nyobain yg loe ??

  8. By evan on Jun 16, 2009 | Reply

    buagus bgt critanya.
    tapi kasih foto juga donk!!

  9. By sang pembasmi wanna on Jun 16, 2009 | Reply

    dancokkk…!!klo gw tau dah gw ajak brantem thu satpam dah gw bacok
    gw fitness
    dancokkkk thu
    dmn tempatnya?

  10. By fi_tangerang on Jun 17, 2009 | Reply

    terusterang aku merasa kasihan sama kamu..
    meskipun aku juga seorang laki-laki tapi aku juga tak ingin melihat seorang perempuan di sakiti sepertti itu oleh lakilaki….

    aku turut perihatin ya….

  11. By miaw on Jun 18, 2009 | Reply

    wedew… gw penggemar chnz nehh.. spa tuh yg perkosa.. mending gw jadii pcar gw dah

  12. By Mr.xx on Jun 20, 2009 | Reply

    emang nya cerita tuh nyata???????????????????????

  13. By saannnndd on Jun 22, 2009 | Reply

    hwew,,,
    mantap tuhh,,
    prtma” sakit,,tpi lma” menikmati juga..
    boleh coba sama aq..hhe.
    piss.

  14. By sotong on Jun 22, 2009 | Reply

    gila than bnar tu amoy
    ehksian jga ya…dihabisi gtu
    bkin gw pgn jg nech
    callme : 081376254741

  15. By ipan on Jun 22, 2009 | Reply

    enak tuh mau dong.
    des_winta@yahoo.co.id tp q di medan ya

  16. By T-Rex Iit on Jun 23, 2009 | Reply

    aaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrggggggggghhhhhhhhh…

    piiiiiiiiiiiiinnnnnngggiiiiiiinnnnnnnn… ^^

  17. By cimenk on Jun 23, 2009 | Reply

    terus terang aq jga pnegen nyobain TURUK km nui….

    TURUK.e mbapuk pora??????

  18. By kandal on Jun 23, 2009 | Reply

    gw mw donk ngeewwweee. .
    gw btuh jablay ga umurnya sktr 15-21. .
    gw org kya nih. .
    kl ada yg berminat. .
    hub no. 085695213198. .
    gw gag boonk. .

  19. By kandal on Jun 23, 2009 | Reply

    woy soory. .
    td tmend gw tuh yg nulis. .
    mke no. gw lg tuh promosina. .
    tmend w mank lg btuh tuh jablay yg umur na sktr segitu. .
    yg berminta hub no yg td. .ok. .

  20. By achmad on Jun 23, 2009 | Reply

    bgi cew2 yg mau PS hub 085731003382

  21. By anto on Jun 24, 2009 | Reply

    enak y me2k amoy,ak mo donk cobain kamu,email ak y

  22. By roni pedisa on Jun 25, 2009 | Reply

    di gangbang apaan sih artinya????

  23. By tragis on Jun 25, 2009 | Reply

    Yah..mang kodrat wanita,menderita seumur hidupnya..mulai mens tiap bulan,first nite,blom tar nikah punya anak ga cm sekali..
    saya makin ga tega…
    tapi kalo beneran ada ky gitu ko kejem amat
    tapi saya juga sm sekali ga respek sm si cewe, yah itu semua balik ke individunya…

  24. By maulana on Jun 26, 2009 | Reply

    hai boleh tu ka gue nyobain call 08999705612

  25. By AIKO on Jun 26, 2009 | Reply

    eh……..jadi cewe tu ya,ga usah muna,ga mungkin lah kamu ga bisa nolak,klo u bener udah usaha…….he…he…he…

  26. By Mis x on Jun 26, 2009 | Reply

    Kasian bgd si kmu…hati2,pnyakit menular…tp ceritany bgus kog…

  27. By ijoul on Jun 27, 2009 | Reply

    ksian amt nsib’a, smph dch, klo w ktmu ma orng yg prksa u, w tusuk2′n x orng’a. w gk bsa liat cwk d gtu’n. udh lporn aj ma polisi, biar pda tw rsa!

  28. By anton on Jun 27, 2009 | Reply

    eh cwx na yang sabar emng nikmat tp km harus pikirin masa depan mu tx ya kl mau minta bantuan knl ato curhat aku siap aku g bejat kayak mereka smua amin dah suer aku janji kok

  29. By andy on Jun 27, 2009 | Reply

    AMOY, terus terang gwe sedikit kasian dengan kamu betapa tega nya mereka kepada mu apalagi mereka cuma se orang tukang sapu yg biasa nya badanya kumuh,kotor dekil , dll apa mereka tidak punya rasa malu melakukannya ,
    ya tuhan tpi klo ama gwe sich beda pasti nya AMOY gmana ?
    he,,he, bercanda

  30. By Hyuga on Jun 27, 2009 | Reply

    WAo Mang Cc secantik ap sih Sampe” Tuh MAniak Gangbang cc sampe BerUlang” ~_~?

  31. By andi on Jun 28, 2009 | Reply

    astagfirulah aladzim semoga allah memberikan petunjuk kepada kalian semua

  32. By andyy on Jun 28, 2009 | Reply

    kasihan eliza kejam amat tu orang.ati2 tertular penyakit nya

  33. By rey on Jun 28, 2009 | Reply

    wkwkwkkwkw
    perlakuan yg sngt kejam
    gw sumpahin yg perkosa lo
    akan dpt yg setimpal

  34. By ceuegh on Jun 29, 2009 | Reply

    y`Allah…ksiaan bget mbk amoy..
    prihatin aq.
    cptan tobat mbk…dosa.
    mnding laporin aja tu org d kpla skul.dr pda mbk amoy sruh nglayanin trus”an

  35. By mbah on Jun 29, 2009 | Reply

    cok !!!!
    ngono g ajak2 aku………

  36. By jacko on Jun 29, 2009 | Reply

    huh ni cerita paling bego yang gw denger lo lo pada yang komen pengen nyobain ngentot ma si amoy ini juga goblok smua,, cuma mikir napsu,,, lo liat si amoy d cerita bilang gini kan “memangnya aku sampai tak punya malu sehingga menceritakan bagaimana aku yang asalnya diperkosa kemudian melayani mereka sepenuh hati seperti yang tadi aku lakukan??” trus klo dia malu ngpain dia bagi ceritanya di sini coba.. klo bikin cerita pikir dolo te’

  37. By sayko on Jun 30, 2009 | Reply

    duh duh jaman skrng kok udh kya gni
    kasian cwe jdi mainan cwo
    jjr aq trut ksian tntng k jadian ini.. apkh itw nyta???
    sudah mw kiamat bhaya!!!

  38. By Acong on Jun 30, 2009 | Reply

    wew…..sebenernya tatiand…But kUk q MLh PEnend ngentot Ma pacarquw ea…

  39. By verri on Jul 1, 2009 | Reply

    Aduh gw mau juga donk kalau boleh kirim ke web ini ya Lord_zzz94@yahoo.com

  40. By widDya on Jul 1, 2009 | Reply

    gila!
    anjrit!
    brengsek bgt mreka!cma tukank sapu N’ satpam lgie..dekil,kUmal,kotor..entah mreka pnnya HIV / gx..iecch..tpi lu kok mlh ke’enakan sie??sHarus’a lu usaha donk..kan punnya HP!
    klo’x w jdi lu..udh w cariin tukank pukul bwt nyiksa mreka! gw sayat”..gw rendem mreka di aer jruk nipis..byar mampus!gw injek” tu penis brenksek pke higheelz…
    klok mreka pnnya ank cewek..gw bkal suruh orank wt perkosa ank’a..di dpan mata tu cowok bejat!!!
    MaTi mnderita…

  41. By Nink on Jul 1, 2009 | Reply

    Masa sich sampai 5 orang msih tahan aja ngelayaninnya, mana msh perawan lg.tpi crtanya seru koq. Jd pengen jg. Bg cewek yg pengen hub. Nink y at 085285974962.

  42. By sule on Jul 1, 2009 | Reply

    085 223 67 64 68
    aku juga mw nyoba . . .
    call me ya . . .

  43. By Samuel arip on Jul 2, 2009 | Reply

    B0hong it smua_
    persetan. . . .mana ad sek0lah kyak gt0h_
    dancok k k. .. . .brengsek. . .kw gw tau gw basmi smua,so gw ja yg perkosa lho_gw jga mau¿kw mau kunjungi aq d email aq_0key. . .q tunggu.

  44. By cari kawan on Jul 2, 2009 | Reply

    add aku dong di YM buat nambah temen.
    faradillah_syarah@yahoo.com

    makasiii

  45. By blego on Jul 4, 2009 | Reply

    hah..
    paling boong . .

    tp klo bner ak tunggu d . . .
    call me . .

  46. By pembalasan on Jul 5, 2009 | Reply

    gw setuju ama widya culik aja mereka satu persatu lalu siksa mereka ama keluarga di hadapanya…………..btw yang jadi pertanyaanku kenapa widya juga baca cerita-cerita seks ini ? jangan – jangan widya juga penasaran yah ngentot tu gmana asiknya, caranya gmana………kalo lo mau gw ajarin deh nikmatnya seks itu. gratis ko ga bayar sepeserpun sumpah deh !!!!!!!!!!!!!!

  47. By die on Jul 6, 2009 | Reply

    call me yah di 08988208823 ku anak jakarta hyper sex cowok tinggi 173 berat 68 kg yah misalnya ada yang mau coba silahkan bagi cewe-cewe yang pengen tentunya….

  48. By nur on Jul 7, 2009 | Reply

    bakaaaarrrr az sekolahnya kalo gw tau gw mau tuh disuruh bakar sekolah, satpam n tekang kebon n dll kurang ajar. baakaaarrrr sekolahnya mungkin juga sekolahnya buat mesum

  49. By ardi on Jul 7, 2009 | Reply

    aku mau dong rasain mmk kamu call me no 085920118728

  50. By ibenk on Jul 8, 2009 | Reply

    ya ampuun… ..
    sbar j za ne cbaan good luck..

  51. By boy_man on Jul 9, 2009 | Reply

    ceritanya seru…mau g ngelakuin lg dgn aQ…
    klo mau email aQ di jaka_ganteng130@yahoo.co.id
    di jkt…

  52. By Guest on Jul 10, 2009 | Reply

    zzz dudut smua yn mo nyoba dodol ah -__-

  53. By joe on Jul 10, 2009 | Reply

    jajaja.aku cm mw lewat.permisi.jajaja

  54. By budisan on Jul 12, 2009 | Reply

    betul katamu

  55. By sexs lovers on Jul 13, 2009 | Reply

    CEWEK2 JGN NGOMONG DOANK AYO BUKTI’IN NGENTOT MA GW 085655402000

  56. By ardi ' japanese on Jul 13, 2009 | Reply

    ardi_rko_ukoru@yahoo.co.id

    bka and cment aj pasti q blezzz,,,,
    aq m cri cewqk ne ,,,,,,,,

    love u alll …………..

  57. By nando on Jul 15, 2009 | Reply

    boleh juga tuh cerita nya…..
    aq belum pernah menyobanya seperti apa rasanya…
    aq cowk nya agak pendiam dikit tapi seks aq kuat.
    hehehehe
    karena sering main dikamar sendrian…..
    trus aq juga nak rumahan…………….
    klw da cewek yg mau temanin aq didalam kamar hubungi aja ya ke no ni : 085658444029………..

  58. By bondan on Jul 15, 2009 | Reply

    jancoooook…..aku moncrot tenannnnn….asu ki dadi ngaceng terus……..

  59. By syeh puji on Jul 15, 2009 | Reply

    ayo cewex2 sing pingin tak sodomi mendekatlah padakuuuuu………………

  60. By adam on Jul 19, 2009 | Reply

    dasar gru2 anjing monyet
    bkn mmbrkn cnth yg baik ml mmbrkn cnth yg jelek

  61. By Dani on Jul 20, 2009 | Reply

    Wah napa g lapor aja?
    Np takut?
    Pasti byk yg mao bantuin km koq!
    Jd g usa takut!

  62. By aji on Jul 21, 2009 | Reply

    kl ada yg seperti itu di batam call gw 085272600088

  63. By eryan on Jul 27, 2009 | Reply

    krenn…mw dunk
    bka 666bloodofvirgin666.blogspot.com

    ok ?
    khusus cwe

  64. By Wang Han on Jul 27, 2009 | Reply

    Sebagai laki2… Gw sangat puas dan nafsu baca cerita kamu ini… Thx ceritanya… Gw ngebayangin ampe ngocok muncrat berkali2 ngebayangin keadaan lu dan perasaan lu itu…apa lagi tentang Hot Dog di Vagina lu itu.. gimana rasanya itu didalem situ?? Enak?? Sakit??
    Gw pengen banget liat muka lu…

    Tp yg gw bingung… kNp lu ga lapor ke Polisi ato guru aja…kan lu bisa buktiin dengan visum….
    Dan juga, kalo skul lu ituh skul Katholik ato Kristen ato Budhist, kan guru ga bisa ngeluarin anak pake alasan dibuat2 dah ga jelas itu… Kan Prinsip Kejujurannya Harga Mati…
    Jd sayang banget lu ga lapor…
    Lagipula gw ga rella seorang Chinese kaya seperti lu digangbang dan berbuat sez dengan Fankui2 babu kampungan, kotor dan Biadab ini…
    Thx…

  65. By deni on Jul 27, 2009 | Reply

    ngaceng nich…..
    ada gak sih cwe pmlng tegal yang mo nyoba punyaku…. call aj yach 085642621813

  66. By trak on Jul 27, 2009 | Reply

    khayalan tingkat tinggi brow

  67. By Malaikat penjagal on Jul 28, 2009 | Reply

    Dsar,perempuan tu harus ada harga dirinx,klo lo menikmatinx loe sama bejatnx dngn mereka.knapa loe ngga laporin mereka,supaya ngga keulang lagi,apalagi sasarannx lain,kasian mereka.but percuma loe pasti ngga laporin mereka habis lo itu wanita penafsu tinggi.

  68. By Malaikat penjagal on Jul 28, 2009 | Reply

    Dsar,perempuan tu harus ada harga dirinx,klo lo menikmatinx loe sama bejatnx dngn mereka.knapa loe ngga laporin mereka,supaya ngga keulang lagi,apalagi sasarannx lain,kasian mereka.but percuma loe pasti ngga laporin mereka habis lo itu wanita penafsu tinggi.balas mereka klo loe merasa bkn wanita penafsu.

  69. By lucky on Jul 31, 2009 | Reply

    aku mau dong

  70. By kouryu on Jul 31, 2009 | Reply

    aduh ga tahan bacanya, pgn jadi salah satu satpam itu, hihi :D
    pasti enak, gw blm pernah gtuan c

  71. By firman krenz on Aug 1, 2009 | Reply

    wah seru bangtz to crtiax lw bsa q pngn sh mncobax tp sxng jauh sh n mnrt agma dlrng tuh tp bgtu saya bc crtax mnrk n sru to tp bnrn g x amoy ne digangbang diskolah mngkn z d org isng lagi tau udh drncnkan olh2 stpm2 tlolo n bidp to wh sbykx dlprn z to m kpl yysny b’ra cpt2 dpct n jgn dpeblhkn lgi bkrja disitu itu sih mnrt ide sya lo

  72. By .... on Aug 3, 2009 | Reply

    huh, ..

  73. By widana on Aug 5, 2009 | Reply

    org BODOH dan krg pendidikan aja PINTER ngasih kamu kenikmatan
    gmn klo sy yg ngasih! 10 titik knikmatan cwe hafal!
    hahaa.

  74. By Rio on Aug 5, 2009 | Reply

    Hy Yg Di Daerah Bandung Cwe Dari Umur17-25 Tahun Hubunggin Gwe(022)92692509
    Gwe Bakal Puasin Lo Pade. . .

  75. By hendra on Aug 8, 2009 | Reply

    ah bodo jd cwe !!!!!
    knpa gha laport mapolisi ?????????
    ah bodo”

  76. By hendra on Aug 8, 2009 | Reply

    bodo jd cwe !!!!!!!!!!!

  77. By shinta on Aug 10, 2009 | Reply

    kl mo ngesex sama cewe hipi call gw : 02192144234

  78. By avatar on Aug 11, 2009 | Reply

    biadab bgt klo ada orang kaya mereka,gw najis bgt.klo hrus ky gtu gw bunuh semua.lebih kalian semua daripada anjing.mampus j lho smua.gw muak dgr cerita kya gni.

  79. By edi on Aug 12, 2009 | Reply

    ah.. gak ada cerita itu cm bohongan aja, ini cerita, yg buatnya cowok nie

  80. By edi on Aug 12, 2009 | Reply

    Shinta ini cowok atau cwk sih, ayo kita cobaiin mau gak

  81. By reynaldi on Aug 15, 2009 | Reply

    klo masih kurang puas,..
    coba gw aja,…
    gw anak jakarta timur,…
    _reynaldi19@yahoo.co.id_

  82. By iwan on Aug 17, 2009 | Reply

    iwan pekanbaru, oh…ah… 081371302983

  83. By ervan on Aug 18, 2009 | Reply

    makanya jadi perempuan tuh harus menutup aurat ?////////////////

  84. By edi on Aug 19, 2009 | Reply

    cerita anda mmuaskan sya..
    kontol saya langsung basah baca cerita anda…
    kpa2 aq ingin nyobain kamu……

  85. By imam mujahidin on Aug 19, 2009 | Reply

    GA”mnGkn Ad Scuul yNg kYk giTyu it Bhng…Yg bKN criTA in Kyk Anjing…MNgkin Saja dia LONTE/DiA PelAcur….LAw DiA kyk LOnTe Ya….PrcyA…….

    DASAR LONTE# PELACUR
    KONTOLTEMPEK<ASU

  86. By aan on Aug 20, 2009 | Reply

    bg cwe2,tante2 yg haus sex…hubungin gw yaw…
    djamin puas….081999661936

  87. By aan on Aug 20, 2009 | Reply

    bg cwe2 & tante2 yg haus sex..hubungin gw aja…
    DJAMIN PUAS!!!!!
    081999661936

  88. By ChaNdRa on Sep 10, 2009 | Reply

    Waw….Quw mAu dOnk…

    nE FbqUw: mrgibaz@ymail.com
    Add qUw eA!!!Quw pGn pX tMn sPrtmUw,,

  89. By tommy on Sep 11, 2009 | Reply

    buat cewe-cewe yang mau ngentot hub. 081995831191. tommy 23 tahun di sumatera

  90. By sihotangfraide@yahoo..com on Sep 12, 2009 | Reply

    cewek atw tante2 dimanapun silahkan mencoba kontolku yg asik dengan permainan2 ‘doggy style’ atw ‘69 style’ or ‘woman in top’………… cewek2 atw tante silahkan hubungi 081546035877…….

  91. By weee on Sep 14, 2009 | Reply

    wow enak tu w mau coba sini non….
    ahh ahhha ahhh ahh ahhh ahha ahhh vaginamu mantap non…..

  92. By SaNtA on Sep 14, 2009 | Reply

    boom aja tuh sekolah masa tempat menuntut ilmu dibuat untuk mesum………..

    kalo gw ketemu ama satpam,tukang sapu, N wali kelas tuh semua langsung gw pengal tu alat kelamin na tam pa ada sisa biar langsung pindah kelamin jadi cewek……..

    INGAT DALAM PIKIRAN KALIAN SEMUA JANGAN SEKALI” BERA NI BERUAT SEPERTI ITU DI SEKOLAH……..

  93. By dico rianda on Sep 20, 2009 | Reply

    pengen jg gue nyobain lu book abis gue lagi sangek ni

  94. By aldi on Sep 23, 2009 | Reply

    yg gt sh dlporin aja ,,krang ajar ,,
    stpam ama tkang spu goblog kaya gt mah

  95. By Sidik on Sep 27, 2009 | Reply

    Waaahh enak bangettt

  96. By Antok on Sep 30, 2009 | Reply

    Bwt cewe2 d skitar Jakarta bs hub No ni 0856 4620 9600. D tunggu….

  97. By mr.x on Oct 4, 2009 | Reply

    gua yg perkosa aja ga sewot,,
    kok loe semua pada sewot????

  98. By Diego on Oct 5, 2009 | Reply

    hai gw Ego
    085750026319 / 081386603831
    buat tante2 yang cantiQ n cew2 pastinya
    hub Ego yah^^
    ill make u proud beibz
    pontianak

  99. By John on Oct 20, 2009 | Reply

    Buat cewek2 dan tante2 yang kesepian hub 081339751265 n bagi Abg yang mau belajar sex sampe puas terutam yang ada di Mataram

  100. By agunk on Oct 22, 2009 | Reply

    yang pgn ngentot hub aq di 081 915 606 473

  101. By Diego on Oct 25, 2009 | Reply

    bagi cew/tante PONTIANAK yg mau d puasin
    hub Ego yah
    085750026319

  102. By ardi septian on Oct 31, 2009 | Reply

    woy slam knal ni gw ardi cowo …

    bagii cewe” yg berani layanin nafsu gw..tolong sms ato telp gw aja
    gw jamin kalian pastiii puas sma konTOll sya yg superkuat n pnjang 21cm asli n gk booNG…dijamin…
    cpet gw tnggu hubungi gw…
    08988387079….klo sms pke nma jelas/..

    kusus cewe” berani n SAnge..
    add juga aja fb gw n ksh mesage aj jgn wall…
    ardi.septian@ymail.com

  103. By Sentul java phone on Nov 1, 2009 | Reply

    Klo model cerita gni,boong smua.lgian g da crtana cE di perkosa k mlh ke enakan.di surh lagi mash mo,huh…basi…
    Mslh cerita g pnting.yg pnting wat cE yg minat ngesex knjungi FB Sentul Aps

  104. By mr_zoo on Nov 6, 2009 | Reply

    bagi cewek n tante yg maw di temenin call me…
    085743442055
    q masih smp loe…
    daerah cilacap

  105. By joshua on Nov 10, 2009 | Reply

    hai…
    aq masih perjaka nih..
    sypa yg rela mengajarkan aq sex/ML para tante or abg
    02196766442 ( Jakarta ) Serius

  106. By FYFHJVK on Nov 10, 2009 | Reply

    APAAN TUH CEWEK MURAHAN

  107. By ilham on Feb 25, 2010 | Reply

    emang dunia dah mau kiamat

Post a Comment

Cerita Dewasa Sex

Cerita Sex Cerita dewasa di sexceritadewasa.com merupakan situs yang berisi kumpulan-kumpulan cerita dewasa, cerita sex, cerita porno , cerita panas indonesia terbaik dan terlengkap.

Find entries :